Dinsos Maluku Pulangkan Korban Perdagangan Manusia

by

AMBON-Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Maluku memulangkan lima dari tujuh gadis dibawa umur yang diduga menjadi korban perdagangan manusia ke daerah asal mereka di Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka dipulangkan dengan KM. Tidar dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju Pelabuhan Bau-Bau, Sultra pada Jumat (15/4) malam.

Sebelum dipulangkan, kelima korban bersama dua rekan mereka sempat ditampung di rumah singgah milik Dinsos Maluku di kawasan Amuhusu Kecamatan Nusaniwe Ambon. “Lima anak itu kita pulangkan ke daerah asal mereka ke Sultra lewat Pelabuhan Bau-Bau dengan KM Tidar,”kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Maluku, Yahya Balianan.
Dia mengatakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kelima korban perdagangan manusia itu baru dinaikan ke atas kapal saat kapal hendak diberangkatkan.
Yahya menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinsos Sultra untuk pemulangan lima gadis tersebut.
Setibanya di Pelabuhan Bau-Bau, mereka akan dijemput Dinas Sosial setempat dan setelah itu diserahkan kepada orang tua mereka masing-masing. Namun sebelum dikembalikan ke orang tuanya, Dinsos akan memberikan bimbingan.
“Nanti Dinsos Sultra akan jemput anak-anak itu. Dan akan mengembalikan mereka ke kampung halamannya, tapi mereka dibimbing dulu sebagaimana mekanisme yang telah diatur,” katanya.
Kasus perdagangan manusia ini terungkap setelah Polda Maluku menggelar penertiban di lokalisasi Tanjung Batu Merah Sabtu pekan lalu. Saat itu polisi mengamankan tujuh gadis dibawa umur. Mereka adalah AA (15), NH (16), NK (16), AR (16), FU (16), ANN (16), dan SA (17). Dinas Sosial Maluku kemudian mengambil mereka dan ditampung di rumah singgah di kawasan Amahusu, namun dua koran berhasil melarikan diri. Mereka diduga menjadi korban perdagangan manusia untuk dipekerjakan di tempat hiburan malam di Kota Ambon. (ADI)