Diperpanjang Lagi, Status Darurat Bencana Masih Nempel di Empat Kabupaten/Kota di Maluku Ini

by
Kepala BPBD Provinsi Maluku, Henri Far Far. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Provinsi Maluku masih terus memperpanjang status Darurat Bencana untuk empat kabupaten/kota di Maluku.

Empat kabupaten/kota ini masing-masing Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Buru dan Seram Bagian Timur (SBT).

BACA JUGA : Empat Daerah di Maluku Ini Resmi Berstatus Darurat Bencana

Status darurat bencana awalnya resmi ditetapkan Pemprov Maluku melalui Gubernur sejak 13 Juli lalu hingga 27 Juli menyusul terjadinya bencana alam banjir dan longsor yang melanda empat kabupaten/kota tersebut akibat intesitas curah hujan tinggi.

Kemudian diperpanjang lagi hingga 11 Agustus, berlanjut hingga 23 Agustus 2021 pekan kemarin dan kini diperpanjang lagi.

Dengan status darurat bencana, maka menjadi dasar Pemrpov Maluku melalui Gubernur maupun Pemkot/Pemkab melalui Walikota/Bupati untuk mengajukan usul ke Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB yang tembusannya ke Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Bappenas untuk bantuan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir dan longsor.

“Diperpanjang lagi sampai 14 hari kedepan (hingga 6 September 2021,”tutur Kepala BPBD Provinsi Maluku, Henri Far Far saat dikonfirmasi terasmaluku.com Selasa (31/8/2021).

Alasan diperpanjangnya status darurat bencana di empat kabupaten/kota ini dikarenakan sampai saat ini masih dilakukan koordiansi dengan Dinas PUPR Provinsi Maluku terkait data kerusakan untuk dijadikan dokumen proposal yang akan diajukan ke pemerintah pusat untuk perbaikan.

“Karena sampai saat ini kita sampai saat ini masih koordinasi terus dengan Dinas PU untuk dokumen proposalnya tentang kerusakan-kerusakan,”sambungnya.

Jika data tersebut sudah rampung, maka akan langsung dikirim ke Pusat.

“Jadi tinggal itu saja, kalau data itu sudah ada tinggal kita kirim ke Jakarta karena data fisiknya harus dari sana (Dinas PU),”tandasnya. (Ruzady)