Dirjen Bimas Kristen, Krisis Peradaban di Era Covid 19

by
Prof. Thomas Pentury, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI. FOTO : ANTARA

TERASMALUKU.COM,-Pandemik Covid 19 yang melanda dunia saat ini bukan saja menggelisahkan umat manusia, tetapi juga menandai adanya sebuah krisis peradaban yang mesti disikapi dengan bijaksana. Pandemi mengakibatkan perlu cara berpikir dan cara bertindak baru dalam menyikapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Penegasan ini antara lain disampaikan Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI, Prof.Dr Thomas Pentury, saat memberi sambutan pembuka Webinar bertema “Peradaban Manusia di Era Covid 19” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Luwuk Banggai Sulawesi Tengah, Senin (27/7/2020).

Menurut Dirjen Bimas Kristen, agama-agama termasuk gereja-gereja perlu lebih serius menyikapi perubahan yang berlangsung begitu cepat saat ini. “Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa lembaga-lembaga agama berpotensi kehilangan otoritas, ketika berbagai aktivitas makin didominasi oleh teknologi tingat tinggi,” ungkapnya.

Sebagai contoh, di era kovid saat ini umat tidak datang ke gedung ibadah lagi, melainkan mereka dapat beribadah dari rumah secara online. Gedung-gedung ibadah yang besar dan megah nyaris tak digunakan lagi. Olehnya ke depan perlu dipertimbangkan pembangunan gedung-gedung ibadah yang besar dan megah.

“Jika pelayanan dapat dilakukan secara online dengan menggunakan internet, maka apakah masih relevan ketika kita terobsesi membangun gedung-gedung yang besar dan megah itu?” tanya Pentury.

Loading...

Terkait hal itu, ia mengajak para agamawan, intelektual dan masyarakat mengembangkan spiritualitas dan religiusitas baru. Spiritualitas yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini, termasuk dalam menyikapi krisis peradaban akibat pandemi kovid 19.

“Kekuatan agama-agama ada pada spiritualitas dan religiusitasnya. Olehnya perlu dikembangkan suatu spiritualitas baru yang penad dengan kondisi saat ini, sehingga umat tidak tergerus oleh perubahan yang revolusioner saat ini,” tegas mantan Rektor Univeristas Pattimura Ambon ini.

Webinar ini menghadirkan narasumber Pdt Izaak Lattu, Ph,D (dosen Fakultas Teologi UKSW Salatiga, Dr Agustien Kaunang (Dosen Fakultas Teologi UKIT Tumohon) dan Pdt Rudy Rahabeat (Pendeta Gereja Protestan Maluku, pembelajar antropologi) dengan moderator Drs Hery Mantuges, M.Th, dosen STAK Luwuk Banggai.

Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa, pendeta, akademisi dan umum. Salah seorang peserta webinar Pdt Dr John Ruhulessin menyebutkan perlu pendasaran etik moral yang kuat di tengah krisis peradaban saat ini.

Peserta lainnya Pdt Dr Kristian Samuel Warkula, Sekretaris Umum Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB) menekankan pentingnya strategi kebudayaan dan strategi gereja untuk menyikapi perubahan masyarakat di tengah krisis peradaban di era kovid saat ini. Webinar ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ketua STAK Luwuk Banggai, Pdt Jembris Laimeheriwa Korwele, M,Th. (Rudy Rahabeat, Kontributir Terasmaluku.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *