Dirjen  PKH : Kesadaran Masyarakat Cegah Rabies, 2030 Indonesia Bebas Rabies

Dirjen  PKH : Kesadaran Masyarakat Cegah Rabies, 2030 Indonesia Bebas Rabies

113
SHARE
Hari Rabies Sedunia yang dipusatkan di Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (7/10).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Drh. I Ketut Diamitra menyatakan, perlu kesehatan terpadu, “One Healt” mulai dari hewan, manusia dan lingkungan sebagai upaya memberantas rabies. Ini disampaikan Ketut Diamitra saat membuka peringatan “World Rabies”, Hari Rabies Sedunia  yang dipusatkan di  Desa Cikembar, Kecamatan  Cikembar Kabupaten  Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (7/10).

Dalam siaran pers Humas Kementerian Pertanian (Kementan) yang diterima Terasmaluku.com, Sabtu (7/10) menyebutkan,  Ketut Diamitra dalam sambutan acara itu  menekankan kesadaran para pemilik hewan peliharaan dan pemahaman akan type dan penampilan hewan yang terjangkit rabies.

Saat ini menurut Ketut Diamitra, Vaksin Rabies untuk hewan maupun manusia sudah tersedia disetiap Puskesmas secara gratis. Yang paling  penting menurutnya, warga  jangan panik, kepanikan akan menurunkan kewaspadaan dan kecerdasan kita.

“Virus Rabies bila tertular pada manusia akan memakan waktu yang lama agar mencapai syaraf batang otak kecil dan besar manusia, perjalanan Virus tersebut bisa 26 jam setiap 1 Centi Meter, tinggi korban juga mrmpengaruhi cepat atau lambatnya virus hingga pada titik serangan,” katanya.

Ketut Diamitra mengungkapkan, yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran para pemilik hewan peliharaan agar rutin merawat dengan vaksin anti rabies yang sudah cukup tersedia di Puskesmas maupun Dinas Peternakan setempat. “Untuk pencegahan awal adalah melakukan pencucian dengn sabun pada air mengalir serta segera membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies, ini yang kita lakukan terus menerus melalui anak-anak sekolah juga generasi muda agar lebih memahami rabies ini,” kata Ketut.

Sementara itu Direktur Kesmavet Ditjen PKH, Kementerian Pertanian, Drh. Syamsul Maarif, mengatakan, hingga kini produksi vaksin anti rabies masih aman dan cukup. “Kementan menyediakan 70 persen dari populasi setiap wilayah vaksin anti rabies secara gratis, tinggal pemerintah daerah ajukan kita akan penuhi,” kata Syamsul.

Ia menyatakan, penularan rabies sering terjadi karena masyarakat kurang peduli lingkungan bila dari jumlah kasus kita melihat hadil observasi dinas dan petugas lapangan sudah jauh menurun seperti di lokasi ini hanya 3 gigitan dan positif rabies, langsung ditangani.

Dirjen PKH Kementerian Pertanian, pada acara hari rabies sedunia ini juga secara simbolik menyerahkan bantuan vaksin dari pemerintah pusat yang diterima Kadisnak Kabupaten sebanyak 70 persen dari populasi anjing di Kabupaten  Sukabumi sebanyak 14.000 ekor. Dirjen PKP juga berkesempatan melakukan sosialisasi kepada anak-anak TK hingga mahasiswa.

Menurut Ketut  Diamitra, generasi muda sangat penting mendapat sosialisasi agar pemahaman akan ancaman rabies dapat efektiv dan efisien. Berbagai kegiatan dilakukan Pemda dan Ditjen PKH, memperingati hari rabies sedunia, selain dialog, lomba lukis rabies tingkat TK, SD dan SMP juga vaksinasi hewan dan vaksinasi petugas lapangan (vaksinator). “Kami  optimis 2030, Indonesia bebas Rabies, asal kita semua bersatu membangun kesadaran dan pemahaman akan ancaman dari penyakit zoonosis ini,” katanya. (ADI)