Dishub Coba Solusi Lain Cegah Kemacetan Di Pasar Mardika

by
Separator beton rencananya akan dipasang di sepanjang Jalan Pantai Mardika untuk mengurangi kemacetan akibat aktifitas berjualan di badan jalan. FOTO: www.highend3d.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kondisi jalan di Pasar Mardika Ambon makin kacau. Lubang-lubang jalan besar dan menganga, pedagang yang berjualan di badan jalan kian menyumbang kemacetan dan kesemrawutan. Dishub Kota Ambon pun berencana memasang separator beton untuk mensterilkan jalan utama.

Jalan di sepanjang terminal hingga ke pasar sempit. Jalan yang bisa menampung kendaraan dua arah dengan leluasa malah sulit. Belum lagi harus berbagai dengan pengendara motor yang parkir sembarangan, parkiran dadakan, pengguna jalan pun para penjual serbet, pisau atau kantong plastik yang biasanya berdiri di sepanjang jalan.

Situasi macam ini bukan hal baru di Mardika. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menertibkan para pedagang agar jalan lebih leluasa dan nyaman. Alih-alih menarik pelanggan, pedagang malah memperlebar area berjualan hingga ke badan jalan.

Satpol PP juga kerap kali lakukan penertiban. Namaun hasilnya sama saja, pedagang tetap kembali berjualan. Robby Sapulette berencana menerapkan cara baru untuk menjaga arus lalu lintas di pantai Mardika lancar. Yakni dengan memasang median concrete barrier atau separator beton.

“Penertiban tidak lagi efektif, pembatas jalan adalah solusi. Pemasangan separator beton di sepanjang Jalan Pantai Mardika,” kata Robby.

Loading...

Pihaknya membutuhkan sebanyakan 740 unit separator beton. Titik pemasangan yakni pada pintu keluar terminal A1 dan A2 di kedua sisi jalannya. Dengan demikian pedagang hanya bisa berjualan di area belakang pembatas.

Di lain sisi para pedagang tahu jika aktifitas jual beli di situ turut menyumbang kemacetan pun kerusakan aspal jalan. Namun hanya itu cara mereka untuk bertahan dan jualan laku.

Tepat di belakang mereka, ada bangunan pasar arumbai yang baru saja diperbaiki. Bagian atap juga plafonnya diganti yang baru dengan yang lebih kokoh. Harusnya para pedagang menempati lapak-lapak yang telah disediakan di situ.

Salah satu pedagang mengatakan mereka enggan pindah ke bagian dalam Pasar Arumbai lantaran takut tidak ada pembeli. “Orang seng mau masuk ke dalam pasar, bapeci (becek). Kalau di muka ni orang capat beli,” ujar Mama Yanti, salah seorang penjual ikan yang ditemui terasmaluku.comsiang tadi (21/4).

Lokasi Pasar Arumbai harusnya bisa menampung semua pedagan yang ada di Pasar Mardika. Lapak-lapak yan sudah disediakan pemerintah itu dibangun untuk menampung para pedagang agar transaksi jual beli berjalan lancar dan aman.

Solusi ini diharapkan dapat menampakan perubahan signifikan bagi pedagang di pasar. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *