Dispar Maluku Disarankan Boyong Pelaku Wisata Lokal ke Bali Belajar Pengelolaan Pariwisata

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang menyarankan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku memboyong masyarakat Maluku pelaku wisata ke Bali.

Tujuannya agar mereka bisa belajar tentang pengelolaan pariwisata.

Loading…

Ini lantaran kata Sekda Kasrul, industri pariwisata kuat adalah yang dibangun atas inisiatif masyarakat.

Sehingga lanjut Kasrul, diperlukan pendekatan yang dimulai dari kelompok masyarakat untuk membangun desanya. Ide mereka bisa dipakai. Ada juga inisiatif dari pemerintah desa yang bisa melihat desanya memiliki potensi wisata.

“Kalau pariwisata yang diinisiasi sendiri oleh masyarakat, biasanya sangat kuat. Saya bilang ke Kadis Pariwisata, bawalah orang Morella, Hukurila, Siwang, pergi ke Bali selama sebulan misalnya. Lalu belajar tentang bagaimana kelola pariwisata di Bali,” tegasnya pada Persiapan Rakor Pembangunan Pariwisata Provinsi Maluku Tahun 2021 di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (16/2/2021).

Masih kata Sekda Kasrul, wisatawan mancanegara menghabiskan banyak uang untuk keperluan di hotel saat liburan. Hal itu terungkap dari total pengeluaran mereka ketika berlibur. Sebaliknya, wisatawan domestik justru menghabiskan sebagian besar uangnya untuk belanja kuliner.

“Wisatawan mancanegara biasanya menghabiskan apa saja. Ternyata, mereka itu habisnya lebih banyak di hotel, sekitar 45 persen. Kalau wisatawan nusantara, ternyata 45 persen itu untuk belanja kuliner. Kita pikir masuk akal juga kan, bule tidak mungkin kita suruh dia makan papeda dengan sagu tiap hari,” ujar Sekda.

Menurutnya, dari total pengeluaran wisatawan nusantara yang mencapai 45 persen untuk kuliner itu, terdapat peluang untuk meningkatkan pariwisata di Maluku.

Dinas Pariwisata pun diimbau bekerjasama dengan pihak terkait, membuat kriteria desa untuk ditetapkan sebagai Desa Pariwisata. Pemprov akan membina satu desa untuk satu kabupaten. Sisanya, kabupaten yang membina.

“Jadi, kita memang sasarnya ke sana. Ternyata wisatawan nusantara itu lebih banyak habis 45 persen ke kuliner. 25 persen di oleh-oleh (cinderamata). Itu berarti ada peluang di sana,” jelas Sekda.

Persiapan Rakor Pembangunan Pariwisata Provinsi Maluku Tahun 2021 ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Maluku, Widya Pratiwi Murad, Ketua Tim Gubernur Percepatan untuk Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Hadi Basalama, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Max Pattinama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Maluku Nasir Kilkoda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Elvis Pattiselano, Plt. Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Maluku-Maluku Utara Jetty Likur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Novi Manulang, Kepala OJK Maluku Roni Nazra, Pimpinan BNI Cabang Ambon Friedson, GM Pelindo IV Cabang Ambon Ady Sutrisno, GM Angkasa Pura Ambon Dedi Setiawan, Ketua PHRI Provinsi Maluku Teni Barlola, dan juga dihadiri sejumlah stakeholder lainnya. (RED/Humasmaluku).