Dispar  SBB Dorong Masyarakat Bangun  Home Stay

by
Tempat wisata Ora di Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada Rabu (20/9). FOTO : DOK. (TERASMALUKU.COM)

 

TERASMALUKU.COM,-PIRU- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku  terus mempromosikan potensi wisata di daerah itu. Untuk mendorong bangkitnya dunia  pariwisata di Kabupaten SBB, Dispar juga mendorong masyarakat di daerah itu terutama daerah wisata berinvestasi membangun penginapan berbasis rumahan atau home stay.

Loading…

Sekretaris Dispar Kabupaten SBB Godlief Eugene Corputty menyatakan,  pihaknya sudah melakukan  sosialisasi kepada masyarakat untuk mengubah salah satu kamarnya dijadikan home stay. Dengan home stay masyarakat diberdayakan untuk selalu hidup bersih, rapi dan nyaman.   Dispar  sudah melakukan pelatihan kepada masyarakat dalam melayani tamu yang memanfaatkan jasa home stay.

“Kita mendorong masyarakat untuk membangun atau mengubah salah satu kamarnya menjadi home stay.  Kita mendidik masyarakat bagaimana cara-cara melayani tamu dan menata interior rumah mereka menjadi home stay,” kata Corputty saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/8).

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dengan memiliki home stay sebagai bentuk inovasi untuk menambah pendapat keluarga. Karena itu, Dispar SBB mendorong masyarakat membentuk home stay.  Apalagi menjelang pelaksanaan Pesparawi X Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten SBB, banyak orang akan berkunjung ke daerah itu. Sehingga keberadaan home stay sangat dibutuhkan pengunjung   dengan  terbatasnya penginapan dan hotel di SBB.

Corputty yang akrab disapa Boy ini  menyebutkan, membuat home stay itu  intinya, bagaimana  membentuk kamar saja.  Misalnya  lanjut dia, menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan rumah. Karena kebersihan adalah harga mati. Tempat tidur bertaraf hotel, ada WC duduk di dalam kamar, ada fasilitas air panas dan dingin serta AC.

Boy menyebutkan, ada puluhan rumah di SBB yang layak dijadikan home stay. Di Kota Piru, SBB saja ada sekitar 40 orang  yang memiliki rumah layak untuk dijadikan home stay. Sedangkan di Desa Tihulale ada sekitar tiga rumah yang siap untuk dijadikan home stay.

Menurutnya, Dispar SBB sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat yang rumahnya layak dijadikan home stay,  bagaimana tata cara melayani tamu, sopan santun, melipat tisu, penyajian makanan, mendesain interior rumah dan kamar. Sehingga masyarakat juga tahu selera tamu baik tamu lokal maupun mancanegara.

“Ada rencana Pemda SBB memfasilitasi hal tersebut sebagai stimulus, kita akan survei apakah rumah tersebut layak atau tidak untuk dijadikan  home stay. Karena pada saat pelatihan kita sudah berikan alat-alat seperti dispenser dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu menurut Boy,  masyarakat juga harus mengerti bahasa asing selain bahasa lokal. Agar wisatawan mengetahui keberadaan  home stay, saat ini banyak media untuk mempromosikan home stay. Seperti lewat situs home stay,  media sosial serta promosi.

Menurut Boy, keberadaan home stay sangat strategis di SBB karena merupakan daerah  kaya tempat wisata.   Ia mengakui banyak  tempat wisata di daerah itu masih perlu dibenahi saran dan prasarananya.  Seperti Pulau Osi, yang baru memiliki  fasilitas sebatas resto dan cottage.

Boy menyatakan, saat ini Dispar SBB mengembangkan destinasi wisata  di Kecamatan Seram Barat, salah satunya di Desa Kaibobu, meliputi Pulau Kasa, Pulau Ula, Mangge-Mangge Kecil, Bukit Al Masih, spot snorkeling dan diving di Kaibobu. Selain wisata pantai dan lautnya, Dispar juga kembangkan wisata budaya, wisata religi, meliputi Injil masuk Kaibobu Sejak 500 tahun silam.

Dispar juga mengembangkan wisata  air terjun di  Rumah Kay, yang bisa dilalui langsung dengan kendaraan roda empat dan dua. Air terjun  ada  juga di  Waihetu, Wai Sia dan Wai Tene.  Untuk destinasi pantai menurut Boy   ada dua   titik. Yakni,   Pantai Polmatena dan Pantai Ouw serta taman lautnya di Saaru Ouw, dengan ratusan species ikan didalamnya. Sedangkan untuk agro wisata   berada di Rumah Kay seperti sejumlah desa lainnya di SBB. (FAD)