Dispenser Pertalite SPBU Kebun Cengkeh Ambon Masih Dipasang Garis Polisi

by
Dispenser Pertalite SPBU Kebun Cengkeh Ambon

AMBON- Tiga buah dispenser,pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) persimpangan Kebun Cengkeh Ambon hingga Minggu (25/9) malam masih diberi garis polisi. Konsumen belum bisa membeli pertalite di lokasi ini. Pantauan Terasmaluku.com, garis polisi masih melingkari tiga unit dispenser, pengisian pertalite itu. “Belum bisa melayani pembelian pertalite,tidak tahu sampai kapan ditutup,” kata seorang petugas SPBU. Tiga unit dispenser pada SPBU itu ditutup aparat Polres Pulau Ambon dengan memasang garis polisi karena ditemukan pertalite bercampur air.
Seperti diberitakan sebelumnya,sejumlah kendaraan mogok setelah mengisi pertalite di SPBU itu. Ketika diperiksa ternyata pertalite yang baru diisi di tangki kendaraan warga bercampur air. Pemilik kendaraan saat itu sempat memprotes, untung saja aparat kepolisian cepat tiba di lokasi.
Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau –Pulau Lease juga mengamankan barang bukti pertalite yang bercampur air itu dari dispenser pertalite dan kendaraan milik warga. Sejumlah petugas Pertamina Unit Pemasaran Maluku langsung mendatangi SPBU itu untuk menginvestigasi kasus ini. Selain memasang garis polisi, aparat Polres Pulau Ambon juga memeriksa saksi korban dan pengelola SPBU itu.
Pengelola SPBU membantah mereka sengaja mencampur air dengan pertalite. Pihak SPBU menyatakan menerima pasokan pertalite yang dibawa tiga mobil tangki pertamina dari Depot Pertamina Wayame. Pengelola SPBU Kebun Cengkeh, Endang menyebutkan, dua mobil pertamina langsung mengisi ke tangki penampungan pertalite. Karena curiga dengan kualitas pertalite, pihak SPBU menolak satu mobil yang membawa pertalite itu sehingga tidak mengisi lagi ke tangki penampungan.
Disaat itu pelayanan kepada konsumen yang membeli pertalite berjalan sekitar sepuluh menit. Warga yang membeli pertalite menjadi korban, mesin kendaraan mereka mogok karena pertalite yang diisi bercampur air. “Kami menerima Pertalite yang dibawa mobil tangki pertamina sesuai prosedur. Tidak ada unsur kesengajaan mencampur air, kalau kami sengaja sama saja kami sengaja menutup SPBU ini,” kata Endang saat itu. Pihak SPBU menurut Endang bertanggungjawab atas kerusakan kendaraan yang mogok akibat mengisi pertalite mengandung air tersebut. Kendaraan yang rusak langsung dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Pertalite yang bercampur air di tangki penampungan SPBU juga sudah dibersihkan.
Manager Marketing Pertamina Unit Pemasaran Maluku Tiara menyatakan, akan mengusut kasus ini mulai dari kapal tangker yang membawa BBM ke Depot Pertamina Wayame, sampai pada sopir mobil tangki yang menyuplai pertalite ke SPBU itu. “Kami akan investigasi dimana kesalahannya sehingga pertalite yang didistribusi ke SPBU ini mengandung air,” katanya.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease AKBP Harold Huwae menyatakan, pihak masih terus melakukan penyelidikan atas kasus ini. Dugaan awalnya menurut dia, ada upaya memalsukan pertalite dengan mencampur air. “Untuk sementara kita tutup dulu dispenser pertalite dengan memberi garis polisi agar tidak ada banyak korban lagi. Anggota sementara kerja mengusut kasus ini, saya belum bisa menjelaskan lebih banyak lagi,” katanya. ADI