Ditreskrimsus Polda Malut Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Air Bugis

by
Ditreskrimsus Polda Malut menetapkan dua tersangka berinisial HT dan IH dalam kasus Korupsi Jembatan Air Bugis di desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula. (Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, TERNATE,- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) menetapkan dua tersangka berinisial HT dan IH dalam kasus Korupsi jembatan Air Bugis di desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula.

“Berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPKP Perwakilan Malut sebesar Rp3,7 miliar ,” kata Dir Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Alfis Suhaili di Ternate, Sabtu.

Menurut dia, penyidik Dit Reskrimsus Polda Malut  telah memeriksa 22 orang saksi dan lima saksi ahli dalam penanganan kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan dan alat bukti yang didapatkan para penyidik menyimpulkan bahwa dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Alfis.

Dia mengemukakan, kedua tersangka tersebut diduga telah melakukan penyalahgunaan anggaran dalam rehabilitasi jembatan air Bugis pada Dinas PUPR Kepulauan Sula yang dikerjakan PT. KJA dengan nilai kontrak Rp4, 24 mliar melalui APBD tahun anggaran 2017.

“Ada pun tersangka yang ditetapkan yakni HT yang saat ini telah meninggal dunia pada beberapa waktu lalu, sehingga langkah penyidik adalah menghentikan sesuai ketentuan hukum, sedangkan,  IH akan segera dilengkapi berkasnya untuk dikirim ke JPU,” ujar Alfis.