DPRD Maluku Harapkan Pemkab dan PLN Bangun Jaringan Listrik di Wilayah Terluar

by
Warga bersama petugas PLN menarik gardu PLN di Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara. FOTO : PLN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-DPRD Maluku mengharapkan adanya jalinan kerja sama antara pemerintah kabupaten (Pemkab) di wilayah terluar yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)  dan Maluku Barat Daya (MBD) dan PT. PLN (Persero) untuk membangun jaringan listrik sampai ke pedesaan.

“Jaringan listrik di wilayah pedesaan ini sangat penting membantu warga yang berprofesi sebagai nelayan untuk penyediaan es dalam mengawetkan hasil tangkapan ,” kata anggota Komisi III DPRD Maluku, Anos Yeremias di Ambon, Selasa (18/5/2021).

Sebab saat ini ikan hasil tangkapan nelayan seperti di Larat, Kecamatan Tanimbar Utara misalnya sudah dijual sampai ke Surabaya, Jawa Timur karena adanya kapal tol laut yang menyinggahi wilayah itu.

Menurut dia, di Larat saat ini sudah ada kapal tol laut logistik yakni KM Dagang Nusantara 05 yang sangat membantu karena yang diminta dari tol laut adalah disediakan peti kemas khusus, dan itu sudah dipenuhi sehingga ikan beku dari Larat pun sudah bisa sampai di Surabaya.

Namun masih terdapat banyak desa-desa di kawasan itu yang belum dibangun jaringan listrik sehingga produksi es dalam jumlah besar juga belum mendukung sehingga menjadi kendala bagi para nelayan.

“Harapan kami, pihak Pemkab  bisa bekerja sama dengan  PT. PLN (Persero)  untuk membangun jaringan listrik pada berbagai kecamatan di KKT supaya ada ketersediaan es dalam membantu para nelayan di daerah tersebut, apalagi di sana belum ada unit pengolahan ikan,” ujar Anos.

Selain itu mereka juga sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah melalui perbankan untuk memberikan bantuan lunak dalam menunjang usaha perikanan atau pun rumput laut.

“Kalau kita mau menekan angka kemiskinan maka program pemberdayaan itu sangat penting dan strategis bagi masyarakat yang ada di wilayah terluar,” tandas Anos..

DPRD lewat komisi III juga sudah meminta kepada Direksi PT. Bank Maluku-Malut kalau boleh disiapkan kredit usaha bagi rakyat yang nominalnya Rp25 juta seperti di BRI dengan bunga 7 persen per tahunnya.

Pinjaman lunak dalam bentuk KUR seperti ini sebenarnya tidak terlalu memberatkan masyarakat dan sangat membantu mereka yang membudidayakan rumput laut.

Masyarakat di Tanimbar Utara juga sudah bisa memasarkan hasil kebun mereka sampai ke Komako di Timika, Provinsi Papua  karena ada kapal yang langsung ke sana setelah melalui Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru.

Pewarta : Daniel Leonard/Antara
Editor : Alex Sariwating