DPRD Maluku Sambut Gembira BBM Satu Harga di Desa Latu Seram Bagian Barat

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua Komisi B DPRD Maluku Evert Kermite menyambut gembira realisasi bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga di Dusun Wailey Desa Latu Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Menurutnya, masyarakat sudah menantikan penerapan program tersebut. Dengan hadirnya lembaga penyalur maka BBM tersebut, harga Premium di daerah itu menjadi Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150/liter. Sebelumnya, harga BBM di Amalatu mencapai Rp 12.000/liter.

“Saya menyambut gembira. Realisasi program tersebut akan membuat roda ekonomi semakin cepat dan kesejahteraan masyarakat di daerah juga meningkat,” kata Evert di Ambon,Sabtu  (30/9).

Itu sebabnya, sebagai wakil rakyat, Evert memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan Pertamina. Karena bagaimana pun, lanjut dia, BBM merupakan kebutuhan utama masyarakat guna mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian. “Jadi, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah atas program tersebut dan juga Pertamina yang segera merealisasikannya,” tegas Evert.

Aktivitas masyarakat Maluku, termasuk di Kecamatan Amalatu, menurut Evert memang sangat tergantung pada BBM. Bukan hanya karena pengguna sepeda motor yang semakin banyak, tetapi juga nelayan yang harus bergerak mencari ikan. Dengan demikian, Evert yakin bahwa penerapan BBM Satu Harga ini bisa menjadikan Amalatu bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia

Realisasi BBM Satu Harga di Amalatu sendiri, ditandai dengan peresmian SPBU Mini di Dusun Wailey, dalam waktu dekat ini. Dengan diresmikannya SPBU Mini tersebut, hingga saat ini Pertamina sudah mengoperasikan 25 lembaga penyalur BBM di beberapa wilayah di Indonesia.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Izaac Tonny Matitaputty juga memberi apresiasi terhadap realisasi BBM Satu Harga di Amalatu. Menurutnya, sebagai BUMN, Pertamina sudah mendukung kebijakan Pemerintah yang berpihak pada rakyat. “Saya sangat salut kepada Pertamina yang sudah melakukan hal seperti ini,” kata Izaac, yang juga Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Ekonomi (LPPE) Unpatti.

Izaac menambahkan, BBM Satu Harga bisa meningkatkan daya saing daerah bersangkutan. Melalui harga BBM yang sama, maka kegiatan usaha juga mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini bisa dimengerti, karena biaya transportasi merupakan komponen terbesar dalam kegiatan perekonomian. Dengan adanya BBM Satu Harga, maka harga barang lain di tempat berbeda bisa mempunyai nilai yang sama.

Itu sebabnya, ketika Pemerintah merealisasikan BBM Satu Harga, secara otomatis juga turut meningkatkan Indek Daya Saing daerah bersangkutan. Izaac mencontohkan Indeks daya Saing Provinsi Maluku untuk Finansial dan Bisnis, yang meningkat dari 29 ke 27. Hal ini menunjukkan, bahwa daya saing untuk bisnis dan kegiatan ekonomi yang terjadi mengalami peningkatan. “Artinya, semua daerah juga akan bergerak. Tidak hanya daerah terluar dan tertinggal, namun derah yang sudah maju pun akan bergerak lebih maju,” imbuhnya. (ADI)