DPRD Pasuruan Belajar Hasil Reses DPRD Ambon

by
Anggota DPRD Kota Pasuruan berfoto bersama anggota DPRD Ambon, Senin (22/1).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Sejumlah anggota DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur  mengunjungi DPRD Ambon, Senin (22/1). Kunjungan tersebut untuk mencari referensi dalam sejumlah pokok pikiran DPRD lewat hasil reses, untuk nantinya diadopsi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan mengatakan, Kota Ambon sengaja dipilih karena luas wilayah dan jumlah penduduknya melebihi Kota Pasuruan. Namun ada hal yang menarik yang dinilai sama dengan yang diterapkan di Kota Pasuruan, yakni perekonomian dan pariwisata.”Kota Ambon hampir sama dengan Kota Pasuruan. Baik lewat perekonomian dan pariwisata yang mana jalur perdagangan sama-sama melewati pelabuhan dan banyak peninggalan zaman Belanda,” kata Ismail.

Loading…

Ia menyatakan, ada banyak masukan dari DPRD Kota Ambon yang akan diadopsi saat nantinya kembali ke Pasuruan. Salah satu yang akan diadopsi adalah mengimplementasikan hasil reses untuk dimasukan dalam program-program RPJMD Kota Pasuruan “Tadi ada banyak sekali masukan terkait pokok pikiran DPRD tentang hasil reses, karena dalam satu tahun itu, ada tiga kali reses. Sehingga hasilnya itu akan dituangkan dalam pokok pikiran yang nantinya dijadikan sebuah program di tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Ambon James Maatita mengatakan, DPRD Ambon telah menyampaikan sejumlah pokok pikiran terkait hasil reses yang merupakan masukan dari masyarakat pada setiap daerah pemilihan (Dapil) yang nantinya dirumuskan dalam berbagai masukan.

“Ada sifatnya rekomendasi sesuai temuan masyarakat atau yang memang dirasakan kurang memuaskan publik, ini bisa dirumuskan dalam bentuk rekomendasi dan sudah dijelaskan,”katanya. Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan anggota DPRD Pasuruan telah disampaikan terkait infrastruktur yang diperoleh dari hasil reses dan dapat dirumuskan dalam bentuk masukan DPRD kepada pemerintah kota selaku mitra.

Karena nantinya hasil tersebut dimasukan dalam bentuk RKPD dan dibicarakan lewat Musrembang, Sehinhga tidak terkesan ada intervensi dari DPRD ke pemerintah kota dalam penyelenggara pemerintahan. “Jadi semuanya telah disampaikan dan ini akan sebagai pembanding bagi mereka. Sebab di Kota Pasuruan sudah menerapkan soal pokok pikiran yang kita sampaikan, ini hanya memperkuat dengan mencari referensi ke Kota Ambon, ” jelasnya. (IAN)