DPRD: Ternate Membutuhkan Regulasi Cagar Budaya

by
Benteng Fort Oranye, salah satu warisan sejarah di Kota Ternate (Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, TERNATE- DPRD Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan, wilayah itu membutuhkan regulasi cagar budaya dalam upaya penataan dan pelestarian warisan sejarah melalui regulasi pengelolaan cagar budaya.

Ketua Bapemperda Ternate, Junaidi A. Bahrudin di Ternate, Senin, mengatakan, tahun ini akan menginisiasi perda cagar budaya agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Sehingga, dalam pembentukan perda ini menjadi sesuatu yang penting agar bisa mengakomodasi apa yang sudah ditetapkan pemerintah, untuk kepentingan pelestarian cagar budayanya dan faktor penting menyangkut hal ini adalah belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Padahal, sebagai kota yang memiliki peran dalam sejarah dunia, Ternate banyak menyimpan warisan sejarah dalam bentuk cagar budaya yang perlu dilindungi, lewat sentuhan regulasi.

Menurut dia, hal tersebut telah disampaikan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Malut melakukan kunjungan ke DPRD Kota Ternate, untuk membahas tentang sosialisasi Ranperda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya.

Dia menyebut, TACB merupakan lembaga yang mempunyai kewenangan dalam menetapkan sebuah objek sebagai cagar budaya dan pentingnya peran TACB.

Halaman Selanjutnya…