dr. Hasni Arusad : Tidak Ada Kata Menyerah Untuk Covid

by
Kepala Puskesmas Laha, Kota Ambon, dr. Hasni Arusad saat berdialog bersama salah satu radio di Kota Ambon, Selasa (24/11/2020) yang disiarkan juga secara live melalui Facebook. Foto: Tangkapan Layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Puskemas Laha, Kota Ambon, dr. Hasni Arusad menegaskan tidak ada kata menyerah jika berbicara tentang covid-19. Apalagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan sebagai pedoman perubahan perilaku di masa pandemi covid-19.

Bukan tanpa alasan dia berkata demikian. Pasalnya, menurut Hasni, masyarakat punya karakteristik sendiri terhadap penyesuaian terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Biasanya kata Hasni, warga hanya patuh terhadap penerapan protokol kesehatan sehari atau dua hari setelah sosialisasi kepatuhan. Setelah itu, masyarakat mulai lupa dan abaikan protokol kesehatan.

Dia mengaku berulang kali memberikan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Laha seperti di Negeri Laha, Tawiri hingga Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon.

“Masyarakat tahu, tapi karena sifat manusia, ada saatnya mereka bosan dan lupa. Ketika mereka mulai lupa, maka kita akan kembali turun memberikan sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat. Ketika mulai lupa, kita turun untuk ingatkan lagi 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). Saya tidak akan pernah bosan kalau berbicara tentang covid,”tuturnya saat dialog bersama salah satu radio di Kota Ambon, Selasa (24/11/2020) yang disiarkan juga secara live melalui Facebook.

Loading...

Bahkan saat ini kata dia, dari 3M dia merubahnya menjadi 3W yaitu Wajib Masker, Wajib Mencuci Tangan dan Wajib Jaga Jarak. “Jadi kita tidak pernah bosan dan harus tidak boleh bosan untuk mengingatkan,”sambungnya.

Meski pihaknya berulang kali turun bertemu masyarakat untuk memberikan sosialisasi, diakui Hasni, masyarakat juga tidak pernah keberatan dan sangat antusias mendengar sosialisasi yang diberikan pihak Puskesmas. Menyinggung penerapan prokes di lingkungan keluarga, Hasni mengaku penerapan prokes di lingkungan keluarganya sangat ketat.

Apalagi di rumahnya jadi tempat prakteknya. Sehingga ia memawanti-wanti keluarga terutama anaknya untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan serta tidak sembarangan turun ke lokasi prakteknya karena banyak pasien. Kewajiban mencuci tangan sudah menjadi hal yang paling rutin diingatkan kepada anaknya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *