Dua Ledakan Bom Guncang Waisamu, Seram Bagian Barat

by
Aparat TNI/Polri bernegosiasi dengan warga Desa Waisamu yang memblokir Jalan Trans Pulau Seram pasca dua ledakan bom di desa mereka, Selasa (18/4). FOTO : IST. (TERASMALUKU)

AMBON-Dua ledakan bom  terjadi pada dua lokasi berbeda  di Desa  Waisamu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Selasa (18/4) dinihari sekitar pukul 03.40 WIT. Dua lokasi ledakan itu tepatnya di depan kediaman mantan Raja Waisamu A. Reunussa serta di depan kediaman W. Latuperissa di Jalan Trans Pulau Seram.  Lokasi ledakan  saling berdekatan.

Tidak ada korban jiwa akibat dua  ledakan bom ini, namun di lokasi menyisahkan sisa – sisa ledakan bom. Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com dari aparat keamanan menyebutkan, teror  dua ledakan bom itu sempat  membuat warga marah. Terjadi konsentrasi massa.

Warga memblokir jalan Trans  Pulau Seram di desa mereka dengan menggunakan batang pohon kayu. Akibatnya transportasi ke Kota Piru, dan sebaliknya menuju Pelabuhan Penyebrangan Kapal  Feri  lumpuh total.

Pasca dua ledakan bom itu, Kapolres SBB  AKBP  Agus Setiawan bersama anggotanya turun ke lokasi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan  memasang garis polisi. Selain Kapolres, Komandan Kodim (Dandim) 1502 Masohi, Letkol Inf. Ahmad Fikri Dalimunthe, bersama jajaran Pemkab SBB juga tiba di lokasi.

Puluhan aparat TNI dan Polri bersenjata lengkap langsung  disiagakan  ke desa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan pasca  dua  ledakan bom itu. Kapolres, Dandim bersama jajaran Pemkab SBB melakukan pertemuan dengan warga Desa Waisamu.

Dalam pertemuan  dengan warga itu, Kapolres dan Dandim meminta warga tidak terprovokasi, dapat membuka pemblokiran jalan serta  menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kasus peledakan bom ke aparat keamanan.

“Tim kami sudah melakukan olah TKP  dua ledakan bom, untuk proses penyelidikan kasus ini,  kami sudah berkoordinasi dengan Polda Maluku untuk membackupnya dan Polda akan turunkan tim,” kata Kapolres.

Dalam pertemuan itu, warga mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk menangkap pelaku peledakan bom itu paling lambat satu pekan. Jika tidak mereka akan memblokir lagi  Jalan Trans Pulau Seram di desa mereka. Usai pertemuan dan negosiasi  yang berlangsung sekitar dua jam itu, warga kemudian membuka barikade jalan sehingga akses jalan normal kembali.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Abner Ronald  Tatuh menyatakan, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan di lokasi, pelaku peledakan dua bom   menggunakan sepeda motor saling berboncengan. Ia menyatakan, belum diketahui motif peledakan bom tersebut.  “Anggota sementara mengembangkan keterangan ini dan menyeledikinya,  mengenai motif peledakan belum diketahui,” kata Tatuh. (ADI)