Dua Bulan Listrik PLN di Rhun, Ay dan Hatta Dorong Usaha Warga

by
Palau Hatta satu dari tiga satu pulau di Banda yang baru teraliri listrik PLN

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sejak PLN Masuk di tiga pulau di Banda, ada banyak perubahan dirasa masyarakat. Pengembangan sektor perikanan dan usaha pembuatan es batu lebih baik. Meski masyarakat berharap, energi listrik yang mengalir bisa lebih dari 12 jam.

Di Pulau Rhun, warga membuat usaha es batu untuk kebutuhan pengawetan ikan. Mayoritas warga di Rhun adalah nelayan. Sebelum dijual dan dikirim ke luar, ikan-ikan hasil tangkapan terlebih dulu diawetkan.

Burhan Lohor, warga Rhun kepada terasmaluku.com bercerita saat ini tingkat produksi es batu warga meningkat. Mereka lebih leluasa lantaran sudah adanya listrik.

“Saat ini ada sekian banyak freezer warga untuk tempat bikin es. Warga sini nelayan jaring.  Jadi ikan itu harus diawetkan dengn es,” terang Burhan, (25/6/2021).

Investasi Rp 9,38 miliar untuk listrik di tiga pulau Rhun, Ay, dan Hatta (Rozengain) itu mendukung penuh aktivitas pembuatan es batu bakal pengawetan.

Terdapat empat mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas masing-masing 40 kW dan 100 kW di pulau Rhun, 100 kW di pulau Ay serta 40 kW di pulau Hatta.

Kuat daya ini mampu mengawetkan lebih banyak dan lebih panjang es batu warga. “Sekarang ini masyarakat kebutuhan meningkat. Sekarang listrik sudah menyala 6 jam dan sudah sangat bagus buat es batu. Lebih keras,” jelasnya.

Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, kuat daya tiap rumah di tiga Pulau rerata 900 VA. Meski ada pula yang 450 VA.

Total biaya yang harus dikelaurkan warga untuk pemakaian listrik bedaya 450 VA berkisar Rp 44.000 per bulan.

Sedangkan daya 900 VA, Rp 110.000 per bulan. Bila dibandingkan baya listrik sebelum PLN sebesar Rp 170 ribu per bulan untuk daya 450VA.

Burhan juga warga di pulau Ay dan Hatta menyatakan listrik PLN yang mengalir sejak 30 April di tiga pulau itu bertahan selama enam jam.

Terhitung mulai menyala pada pukul 18.00 – 24.00 WIT. Sebelum itu, kata Burhan, listrik dari generator beroperasi dari pukul 19.00 – 23.00 WIT.

Rhun, Ay dan Hatta merupakan tiga pulau di Kepulauan Banda yang baru saja teraliri listrik negara pada Aprli.

Sebelum ada PLN, energi listrik mereka peroleh dari generator yang dipasang pada tiap rumah atau dengan sistem berbagi. Daya dan durasinya pun terbilang cukup terbatas. Sementara sejumlah aktivitas warga amat mengandalkan listrik.

“Katong berharap mungkin durasi listrik bisa lebih lama lagi. Sebab kebutuhan terus tinggi biar masyarakat bisa beraktivitas dengan baik,” harap Burhan yang juga pengusaha penginapan. (PRISKA BIRAHY)