Dua Dasa Wisma Negeri Soya Panen Sayur Hidroponik Hasil Pemberdayaan Program AGS

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat Panen dan Serah Terima perangkat hidroponik pada Kamis 14 Januari 2021. FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,-AMBON – Dasa Wisma Namu-namu dan Gujawas Negeri Soya, Ambon akhirnya bisa merasakan hasil tanam. Sayur mayur yang mereka tanam sejak Oktober 2020 dengan sistem hidroponik itu tumbuh subur dan langsung dipanen oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat Panen dan Serah Terima perangkat hidroponik pada Kamis 14 Januari 2021.

Beberapa macam sayur yang dipanen itu merupakan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan yang didukung pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia.

Loading…
Ketua kolompok penerima hibah program AGS, Audrey Leatemia memberikan sambutan sebelum panen sayur hidroponik Dasa Wisma Gujawas Negeri Soya

Ini merupakan panen kedua setelah panen pertama tgl 2 Desember 2020. Kegiatan panen imi menandai berakhirnya kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim. Tetapi tim bersedia untuk tetap membantu kelompok Dasa Wisma dalam pengembangan kedepan.

Ketua kelompok penerima hibah program AGS, Audrey Leatemia menyatakan optimismenya terhadap program yang berlangsung pada September 2020 hingga Februari 2021.

Terbukti, pendampingan kepada para ibu di dua dasa Wisma itu membuahkan hasil. Tujuan utama yakni untuk membuat kaum perempuan mandiri khususnya di tengah pandemi, dan kegiatan ini dapat menjadi usaha untuk meningkatkan ekonomi kelompok. Namun lebih dari itu Negeri Soya menjadi contoh mandiri pangan.

Tim AGS panen sayur hidroponik di Dasa Wisma Namu Namu bersama anggota Dasa Wisma

“Kami mulai pembinaan dari September. Tanamnya dari Oktober dan ini dua dasa Wisma sudah panen,” Kata Audrey di sela-sela kegiatan panen di Dasa Wisma Gujawas, Kayu Putih, Negeri Soya, Ambon. Audrey bersama timnya terus lakukan pendampingan kepada warga anggota Dasa Wisma mulai dari tanam hingga panen. Bahkan diharapkan para anggota meneruskan proses bertanam secara berkelanjutan.

Tim mengharapkan bantuan pemerintah negeri (desa) Soya dan pemerintah Kota Ambon dalam membantu mendanai kelompok mengembangkan usaha budidaya sayuran hidroponik.

Hadir dalam kesempatan ini yaitu Walikota Ambon dan para staf SKPD, ketua Tim Penggerak PKK kota Ambon, ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon, Raja Negeri Soya, dan ketua Tim penggerak PKK Negeri Soya.

Lima dosen Fakultas Pertanian Unpatti bersama Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Ketua Tim penggerak PKK Kota Ambon, ibu Debby Louhenapessy

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan dukungannya kepada para anggota dasa Wisma.”Di masa pandemi COVID-19 kita harus menggalakkan inovasi yakni gerakan masyarakat Ambon “batanam” atau menanam, sebagai upaya memberikan nilai ekonomis keluarga,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy pada kegiatan panen hidroponik dasa wisma negeri Soya, Kamis 14 Januari 2021.

Kaum perempuan dalam hal ini para ibu rumah tangga menjadi starter untuk memulai semua gerak ekonomi.  Seperti pemanfaatan lahan sekitar tempat tinggal untuk kebutuhan bertanam.

“Gerakan menanam ini diharapkan dapat merubah pola pikir dan perilaku dari konsumtif menjadi produktif. Bertanam sayur hidroponik juga punya nilai ekonomis dan meningkatkan pendapatan keluarga,” Lanjut Richard. (PRISKA BIRAHY)