Dua Jurnalis Ambon Laporkan Assagaff ke Polda Maluku

by
Ketua AJI Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan dan wartawan Harian Rakyat Maluku, Sam Usman Hatuina melaporkan Said Assagaff, calon Gubernur Maluku dua orang lainnya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku, Kamis (3/3) malam.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan dan wartawan Harian Rakyat Maluku, Sam Usman Hatuina melaporkan Said Assagaff, calon Gubernur Maluku petahana, Husen Marasabessy, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik, Hukum dan Abu Bakar alias Abu King Marasabessy, seorang yang diduga  tim sukses Assagaff ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku, Kamis (3/3) malam.

Abdul Karim yang juga jurnalis Harian Rakyat Maluku dan Sam menjadi korban intimidasi yang dilakukan Assaggaf, Husen dan Abu Bakar di Rumah Kopi Lela Jalan Sam Ratulangi Kota Ambon, Kamis sore. Abdul Karim bahkan ditampar oleh Abu King dalam peristiwa itu. Abu Karim dan Sam datang ke Polda bersama belasan jurnalis Ambon lainnya. Keduanya  menjalani pemeriksaan di Polda Maluku hingga Jumat (30/3) dinihari.

“Kami melaporkan calon Gubernur Maluku, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Politik, Hukum dan Abu Bakar alias Abu King Marasabessy, yang diduga tim sukses Assagaff dengan dua laporan. Pertama penganiyaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pukul 00.45-03.00 dinihari kami diperiksa penyidik untuk pembuatan BAP,” kata Abu Karim kepada wartawan di Mapolda Maluku.

Abu Karim menjelaskan kronoligis peristiwa di rumah kopi tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 16.30 WIT calon Gubernur atas nama Said Assagaff bersama para Kepala Dinas telah duduk dimeja tengah rumah Kopi Lela sambil menikmati sajian kopi.  Pejabat yang duduk bersama calon gubernur itu diantaranya, Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukungnya.

“Saya bersama sejumlah jurnalis lainnya,  Samad Salatalohy dan Azis Saimima tiba di rumah kopi Lela pukul 17.30 WIT dan duduk di meja dekat kasir. Kami kemudian mengambil posisi disamping kasir terpisah dua meja dengan rombongan Calon Gubernur.  Tidak lama Sam beberapa rekan lainnya tiba di warung kopi bersama duduk di tempat terpisah dengan kami,” kata Abu Karim.

Menurut Abu Karim, Sam yang duduk diposisi berhadapan dengan Assagaff yang berdampingan dengan Husen Marasabessy, lalu mengambil haendphone (Hp) dan mencoba mengabdikan momentum tersebut. Abu Karim mengungkapkan, ia dan rekan jurnalis lainnya mendengar dengan jelas perintah Husen yang meminta agar Sam, salah satu wartawan Rakyat Maluku untuk menghapus gambar.

Menurut Abu Karim, saat itu Assagaff juga ikut mendesak Sam menghapus gambar tersebut. “Kamu hapus foto itu, sapa suru kamu foto, ambil hp itu lalu hapus foto-foto itu dari dia hp,  banting akang saja,” kata Abu Karim menirukan ucapan Assagaff.

Abu Karim menjelaskan, setelah itu beberapa pria berbaju preman menghampiri Sam dan merampas Hp serta mengintimidasinya. Merasa tersudut, Sam lalu menyerahkan Hp yang ada digenggamnya, mereka lalu pergi dari Sam. Namun hp dalam keadaan terkunci. Sehingga oknum berbaju preman itu meminta Sam untuk membuka kunci Hp dengan sikap penuh emosi. “Melihat Sam yang sudah tersudut, saya lalu menanyakan sikap para pemuda itu dengan nada yang agak tegas bercampur kesal.Saya bilang ke Sam, itu dong kanapa,” kata Abu Karim.

Menurut Abu Karim, mendengar suaranya, pemuda yang mengintimidasi Sam menuju tempat duduknya, melihat tingkat pemuda yang emosional, beberapa rekan jurnalis mencoba berdiri dan menghalau gerak mereka termasuk Sekretrais AJI Ambon Nurdin Tubaka yang duduk dimeja terpisah.

Nurdin jurnalis Inews TV ini dengan cepat berdiri di depan Abu Karim dan menghalau pemuda-pemuda itu. “Namun disebelah kanan saya muncul Abu Bakar Marasabessy alias Abu King mendadak melayangkan dua kali tamparan ke wajah saya. Beberapa oknum itu mereka terus mencoba dekati saya tapi gagal karna beberapa rekan jurnalis ikut melarai,” kata Abu Karim.

Menurut Abu Karim, setelah peristiwa itu  sekitar pukul 18.00 WIT Assagaff dan rombongan meninggalkan tempat kejadian perkara. Atas kejadian tersebut, pada pukul 21.00 WIT, Abu Karim, Sam bersama para jurnalis Ambon melaporkan kejadian itu ke Polda Maluku.

Abu Karim juga mengatakan, AJI Ambon meminta Polda Maluku serius menangangi laporan yang disampaikan itu. AJI Ambon mendorong para Calon Kepala Daerah di Maluku agar bersikap bijak dan arif, menghormati kerja-kerja jurnalis. Karena menurutnya,  tugas jurnalis itu dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.“Pers adalah pilar demokrasi tidak siapapun berhak melakukan tindakan intimidasi apalagi melakukan tindakan kekerasan verbal saat jurnalis sedang melaksanakan tugasnya,” kata Abu Karim.

Selain itu, AJI Ambon juga mendesak Bawaslu Maluku untuk memeriksa para kepala dinas terkait dugaan keterlibatan mereka sebagai ASN dalam politik praktis Pilgub Maluku. “Kami juga meminta Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) segera memeriksa para penjabat yang namanya disebutkan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam politik praktis Pilgub Maluku. Kami berharap proses hukum yang kami lakukan bisa memberi efek jera bagi siapapun sehingga ke depan tidak terjadi lagi aksi kekerasan kepada jurnalis saat melakukan liputan,” kata Abu Karim. (ADI)