Dua Kelompok Warga di Ambon Terlibat Tawuran, Dua Orang Diamankan

by
Aparat Kepolisian dan TNI hingga Selasa (27/3) malam masih disiagakan di Jalan Dr. Soetomo depan kawasan Pohon Pule Ambon pasca tawuran warga di lokasi ini. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Sejumlah pemuda lorong Jalan Baru terlibat tawuran dengan pemuda lorong Jalan  Kolonel Pieters Kota Ambon, Selasa (27/3) petang sekitar pukul 18.00 WIT. Warga kedua lorong ini terlibat saling lempar batu di Jalan  Dr. Soetomo depan kawasan Pohon Pule Ambon.

Wakapolres Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease Kompol Agung Tribawanto mengungkapkan, tawuran terjadi setelah sejumlah warga yang tengah palang jalan di depan Lorong Kolonel Piters ditegur sejumlah pemuda lainnya.

Pemuda yang palang jalan tersebut malah marah dan melempari pemuda yang melarang itu. Lemparan batu itu kena pemuda Jalan Baru yang tengah main bola gawang mini di dalam pagar. Pemuda Jalan Baru pun marah. Lemparan batu itu kemudian dibalas pemuda Jalan Baru sehingga terjadi saling lempar batu hingga di Jalan Dr. Soetome.

“Awalnya itu ada pemuda mabuk yang pele-pele jalan ditegur warga lainnya. Namun warga yang ditegur tidak terima baik, dan melakukan melemparan ke arah warga yang tengah main bola gawang mini di dalam pagar kawasan Jalan Baru sehingga terjadi saling lempar batu,” kata Agung di lokasi kejadian.

Menurut Agung, saat tawuran terjadi hanya ia bersama dua anggota PRC yang berada di lokasi. Saat itu Agung tengah jalan sore dengan kendaraannya, sedangkan dua anggota Polres bertugas di Pos Tugu Trikora tak jauh dari lokasi kejadian.

Untuk membubarkan tawuran warga, Agung memerintahkan dua anggotanya mengeluarkan tembakan gas air mata. “Saat itu massa terlibat baku lempar batu. Kita bertiga sempat kewalahan, saya langsung perintahkan anggota tembak dengan gas air mata. Setelah tembakan, warga lari kucar kacir, mata mereka perih. Namun setelah itu warga baku lempar lagi,” kata Agung.

Saat tawuran terjadi Agung yang hanya menggunakan pakian preman itu juga meminta pengendara mengalihkan kendaraan.  Kendaraan dilarang melintasi jalan yang menjadi lokasi tawuran. Namun itu tidak berlangsung lama. “Saya tidak mau ambil resiko, saya bilang sopir kendaraan putar saja, jangan sampai terjadi apa-apa. Tapi hanya sekitar 10 menit setelah itu normal lagi,” kata Agung.

Tawuran benar-benar redah setelah puluhan aparat Polres Pulau Ambon dan TNI tiba di lokasi.  Akibat tawuran itu seorang warga terluka terkenah lemparan batu. Polisi juga mengamankan dua orang warga terkait tawuran ini. “Dua orang kita langsung amankan, karena diduga pemicu tawuran, warga sempat protes, tapi kita bawa saja. Kita proses mereka biar lain kali jangan buat lagi,” kata Agung.

Hingga Selasa malam, puluhan aparat Kepolisian dan TNI masih disiagakan di lokasi tawuran meski sudah tidak ada lagi warga dari kedua pihak di jalan raya. Arus lalu lintas lancar lagi seperti biasa. Batu – batu hasil tawuran warga  di jalan raya juga sudah dibersihkan. (ADI)