Dua Siswa SMA Siwalima Ambon Lolos Festival Film Kawal Harta Negara

Dua Siswa SMA Siwalima Ambon Lolos Festival Film Kawal Harta Negara

SHARE
Dua siswa SMA Siwalima Ambon (tengah) bersama dewan juri, staf BPK RI setelah pengumuman hasil seleksi Festival Film Kawal Harta Negara di Kantor BPK Perwakilan Maluku, Minggu (13/5/2018).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Untuk kali pertama Ambon menjadi kota penyelenggaran Festival Film Kawal Harta Negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Melalui proses seleksi yang ketat, dua nama akhirnya dipilih sebagai peserta yang mewakili Ambon di ajang pembuatan film berskala nasional itu bersama peserta dari lima kota lain.

Emmanuel Berlian Tangka dan Mediana Azrah Syahputri Jempot, dua siswa SMA Siwalima Ambon yang beruntung terpilih dari 90 ide cerita yang dimasukan pada Sabtu (12/5).  “Alhamdulila dari Ambon dipilih dua orang. Kami baru saja rapat dan memutuskan hasil dari pitching siang tadi,” ungkap Project Manager Festifal Film Kawal Harta Negara, Ridla An-Nuur kepada Terasmaluku.com, Minggu (13/5/2018).

Sebelumnya, peserta dari siswa SMA, mahasiswa serta komunitas di Kota Ambon mengikuti workshop dan memasukan dua ide film yang bakal digarap pada Sabtu. Yakni fiksi dan dokumenter. Sesi itu terkumpul sebanyak 90 ide cerita penggarapan film. Kemudian disaring kembali untuk masuk ke tahap pitching. Pada tahap ini hanya ada 16 anak yang ikut. “Paling banyak dari SMA Siwalima. Mereka ikut sesi pitching untuk menajamkan kembali ide awal tadi,” lanjutnya.

Melalui proses seleksi dan rapat penentuan, panitia akhirnya menetapkan Berlian dan Mediana yang lolos mewakili Kota Ambon. Nantinya mereka bakal menerima uang senilai Rp 10 juta untuk pendanaan produksi film di Ambon. Kedua peserta itu bakal dimentoring langsung oleh tim yang ada di Ambon. “Ide yang diangkat sangat kuat. Karakter lokalnya kuat. Itu yang bikin mereka terpilih,” beber Ridla An- Nuur.

Ide tentang hal yang jadi bagian sehari-hari warga Kota Ambon  dan semangat lokalitas menjadi ciri khas kuat kedua peserta itu. Seperti ide film dokumenter yang diusung Mediana Azrah Syahputri Jempot. “Beta angkat tentang jalan di Pasar Mardika yang rusak, lalu seng ada penertiban dan pedagang yang bajual sampe di pinggir pinggir jalan,”kata  siswa Kelas 11 itu.

Jalan Pasar Mardika merupakan jalan yang paling ramai di Kota Ambon. Kendaraan bermotor, pejalan kaki, pedagang tumpah ruah di situ. Belum lagi air dari bakul-bakul ikan yang tumpah dan tergenang makin memperparah kondisi jalan. Kinerja Satpol PP Pemerintah Kota Ambon  yang kurang tegas juga dinilainya jadi salah satu faktor yang memperparah keadaan.

Tak heran meski beberapa kali diperbaiki namun tak kunjung jadi, jalan cepat rusak. Hal itulah yang coba dipotret sulung dua saudara ini. “Beta juga seng sangka padahal ada banyak yang bagus. Tapi beta bersyukur bisa lolos,” lanjutnya yang untuk pertama kalinya mengikuti lomba pembuatan film itu. Setelah ini mereka masih harus mengikuti beberapa tahapan lagi. Seperti pembuatan skrip, syuting dan editing yang bakal didampingi mentor di Ambon. (BIR)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...