Dugaan Limbah Tak Terbukti, Hasil Lab Kandungan Oksigen Rendah

by
Pihak PLTD Hative Kecil menyerahkan hasil uji air keramba kepada pemilik keramba usai peristiwa ratusan ikan mati, (16/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Uji laboratorioum terhadap air di sekitar keramba ikan milik warga Hative Kecil telah terbit. Hasilnya kadar oksigen rendah bahkan di bawah batas aman serta tidak terdapat cemaran logam berbahaya.

Hasil itu dipaparkan kepada media oleh pihak PLTD Hative Kecil dan PLN UIW-MMU. Uji laboratorium itu merupakan tindak lanjut usai ada laporan warga yang merugi.

Ratusan ekor anakan ikan di keramba mati mendadak. Juga warna air di sekitarnya coklat kemerahan dan seperti terdapat karat.

Pihak PLTD Hative Kecil lantas mendatangi lokasi dan mengambil sampel untuk membuktikan kondisi tersebut. Dalam keterangan pers di Balai Negeri Hative Kecil pagi tadi, beberapa staf PLTD hadir membuka hasil uji.

“Kami sudah ambil dan tes. Hasilnya kadar oksigennya tinggi,” ucap Manager PLN ULPLTD Hative Kecil, Moh. Almin Wahid sambil menunjukkan hasil lab dari Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Provinsi Maluku.

Pada kategori Kimia kadar DO (Dissolved Oxygen) dalam air laut sekitar keramba 1,3 mg/l dari yang seharusnya lebih dari 5 mg/l.

“Kalau ada tidaknya logam berbahaya dan sebagainya sudah ada buktinya, semua masuk batas aman,” lanjut dia.

Menurut mereka dari kejadian tersebut awalnya mereka mencurigai ada pertumbuhan plankton di sekitar situ. Dugaan itu tidak terbukti dari hasil uji air laut di laboratorium.

Dalam keterangan pers itu juga hadir Ferol Tipawael pemilik keramba yang melapor hal ini kepada pihak PLTD.

Bersama dengan saniri negeri Hative Kecil, hasil lab tersebut memberikan titik terang terhadap penyebab matinya ratusan ikan.

Ferol juga meminta maaf kepada pihak terkait, PLTD begitu juga dengan pemerintah negeri. Dugaan penyebab kematian akibat limbah PLTD tidak terbukti.

“Beta pribadi menyatakan bahwa dugaan pencemaran ari limbah tidak benar dan dari hasil uji lab beta juga menyampaikan permohonan maaf kepada PLN dan PLTD,” imbuhnya.

Beberapa mesin di PLTD yang membutuhkan bahan bakar juga baru saja aktif setelah lebih dari 1 minggu tak beroperasi. Petugas di lapangan juga pernah memberikan pernyataan serupa saat Ferol dan keluarga mendatangi PLTD dan menanyakan perihal dugaan tersebut.

“Ada mesin PLTD Hative Kecil tidak beroperasi mulai 1 Juni hingga 15 Juni 2021. Jadi tidak ada aktivitas apapun yang hasilkan limbah,” terang dia.

Limbah-limbah dari PLTD juga tidak dibuang. Ada instalasi pengolahan limbah khusus yang diawasi ketat oleh kementerian lingkungan hidup.

Sehingga dapat dipastikan tidak ada satupun limbah yang keluar dan terlepas ke pantai begitu saja. (PRISKA BIRAHY)