Dukungan Kepolisian Terhadap BKSDA Awasi Peredaran TSL Ilegal Maluku

by
Kapolda Maluku Refdi Andri saat melihat sejumlah satwa di kandang transit TSL BKSDA Maluku di Passo dalam rangka komitmen bersama awasi peredaran TSL Ilegal, (10/9). FOTO: BKSDA Maluku

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri kunjungi kandang transit hewan di Passo, Kecamatan Baguala. Kedatangannya itu untuk mendukung upaya pengawasan peredaran Tanaman Satwa Liar (TSL) ilegal.

Selama ini pihak BKSDA Maluku bersama masyarakat berupaya menekan peredaran satwa satwa endemik Maluku ke luar daerah.

Kepala BKSDA Maluku, Danny Pattipeilohy saat mendampingi kapolda Maluku menyebutkan ada sejumlah celah jalan yang memungkinkan satwa satwa ini keluar tanpa pengawasan.

Kepala BKSDA Maluku Danny Pattipeilohy bersama Kapolda Maluku memberi makan burung di kandang transit Passo

“Permasalahan utama yang saat ini dihadapi adalah peredaran burung paruh bengkok yang dikomersialkan oleh oknum-oknum tertentu,” Terang Danny saat menemani kapolda melihat se jumlah satwa di Kandang Transit Passo, Minggu (11/9/2021).

Sat ini kata Danny, ada fakta terdapat 69 pintu keluar masuk peredaran TSL dilindungi yang ada di Kepulauan Maluku.

BACA JUGA: Komunitas Lanit’e Diluncurkan di Ambon, Dirjen Hilmar Farid: Ini Semangat Kalangan Muda Majukan Kebudayaan

Sementara petugas BKSDA di lapangan tidak akan cukup untuk mengawasi bahkan sampai mencegah hal itu sendiri. Maka dibutuhkan kerjasama dengan pihak kepolisian.
Belum lagi ada permasalah lain yaitu konflik satwa yang terjadi di wilayah Maluku.
Kapolda Maluku, Refdi Andri pun menyatakan dukungannya terhadap BKSDA dalam hal pengawasan.
“Harapannya ada kolaborasi antara BKSDA Maluku dan POLDA Maluku dalam pengendalian peredaran TSL ilegal,” Kata Kapolda Maluku.

Refdi juga meminta peran aktif masyarakat membantu kerja pengawasan peredaran TSL khas Maluku agar tidak sampai keluar dari habitat, rumah besarnya di Maluku.
Saat ini penghuni TSL yang ada di kandang transit ada 70 ekor.

BACA JUGA: Bupati SBT Teken MoU Dengan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi 

Mereka terdiri dari Kakatua seram 6 ekor, kakatua koki 25, Nuri maluku 22, Nuri bayan 9, Nuri kepala hitam 3. Buaya 2 ekor, Julang papua 1ekor, Cikukua seram 1 ekor, Jagal papua 1 ekor. (PRISKA BIRAHY)