Duta Parenting Maluku dan Pemda Komitmen Turunkan Stunting di SBB

by
Duta Parenting Maluku, Widya Murad Ismail berkunjung ke Kabupaten SBB, Jumat (23/8/2019) untuk melakukan report terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2019. Ia komitmen turunkan stunting. FOTO: Fadli

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Penderita Stunting dan gizi buruk di Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB) dan sejumlah daerah di Maluku terbilang masih cukup tinggi. Tahun 2017 sekitar 28,9%, 2018 turun menjadi 24,4%, sementara sesuai standar harus dibawah angka 20%.

Duta Parenting Maluku, Widya Murad Ismail bersama balita di SBB. FOTO : HUMAS PEMPROV MALUKU

Menyikapi masalah ini, Duta Parenting Maluku yang juga Ketua PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail berkunjung ke Kabupaten SBB pada Jumat (23/8/2019) untuk melakukan report terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2019.

Widya Murad Ismail mengatakan, Provinsi Maluku dan wilayah Kabupaten SBB merupakan daerah yang subur dengan kekayaan laut yang melimpah. Idealnya, stunting dan gizi buruk di daerah ini rendah atau tidak ada lagi.

“Daerah kita tercinta ini sangat subur dan kaya akan hasil laut. Seharusnya daerah ini tidak ada lagi masalah stunting dan gizi buruk.  Penurunan stunting bukan tanggung jawab Dinas kesehatan saja, tapi semua pihak,” Kata Ketua PKK Provinsi Maluku ini.

Bupati SBB, M.Yasin Payapo juga memberi dukungan serupa. Dia meminta orang tua untuk cermat dalam periode emas anak yaitu sejak 270 hari hingga usia 2 tahun.

“Pemahaman inilah yang harus kita jelaskan kepada seluruh masyarakat Seram Bagian Barat, terutama pemahaman tentang konsep stanting yang masih lemah,” jelas Payapo dalam sabutannya. Dia menegaskan stunting menjadi perhatian bersama dan perlu ada evaluasi penanganan yang selama ini kendor. (FADLI)