Ekonomi Maluku Tumbuh Baik, Sayangnya Ekspor Perikanan Kalah Saing

Ekonomi Maluku Tumbuh Baik, Sayangnya Ekspor Perikanan Kalah Saing

SHARE
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Bambang Pramasudi mengapresiasi kerja berbagai pihak yang membawa kemajuan ekonomi Maluku pada triwulan ketiga. FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM, AMBON–Pertemuan tahunan Bank Indonesai Perwakilan Provinsi Maluku menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi Maluku yang bergerak maju. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku punya masa depan yang cukup bagus. Bahkan berada pada posisi aman dibanding provinsi lain.

Pertemuan tahunan ‘Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan’ yang digelar di Hotel Santika Premier Ambon, Rabu (5/12/2018) itu menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi Maluku berada pada 6,34 persen pada triwulan ketiga 2018. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Bambang Pramasudi menyebut, angka pertumbuhan itu termasuk baik. “ Pertumbuhan ekonomi Maluku bahkan di atas rata-rata Kawasan Timur Indonesia (KTI). Trend pertumbuhan ekonomi terus naik sejak pertengahan Mei 2016,” sebutnya pada sesi pemaparan pagi tadi.

Sementara itu pertumbuman ekonomi nasional (PDRB) tercatat 5,17 persen pada triwulan ketiga 2018. Dia menjelaskan daerah yang temasuk KTI bukan hanya Maluku, Papua dan Sulawesi, tapi juga mencakup Kalimantan dan Nusa Tenggara. Salah satu faktor pendorong laju ekonomi di Maluku yakni konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.

Selain angin segara pada pertumbuhan ekonomi Maluku, Kakanwil BI Maluku juga mengkritisi ekspor yang kalah saing. Kebijakan tol laut dan skema tim percepatan ekspor di Maluku nyatanya belum mampu mengunggulkan sektor ekspor. “Masalahnya pada kualitas ekspor. Kualitasnya tidak baik,” lanjut dia. Masalah ekspor di Maluku yaitu kualitas produksi komoditas juga produksi yang rendah.

Begitu pun dengan pemasaran yang terbatas. Selama ini lanjut Bambang komoditas Maluku hanya sampai pasar Jepang, Amerika dan Singapura. Semenatra potensi ekspor di KTI amat besar. Terutama pada sektor perikanan. Pihak Bank Indonesia mendata lima komoditas berpeluang besar untuk diekspor yakni udang, rumput laut, ikan tuna, dan ikan-ikan lain.

Sektor perikanan perlu mendapat dorongan besar untuk bisa menaikan perekonomian di Maluku. Hal serupa juga disampaikan Gubernur Maluku melalui perwakilannya Hamin Bin Tahir, Sekda Maluku. “Ada 13 ptensi yang didorong pemerintah profinsi. Kelautan salah satu yang jadi perhatiannya,” ucap Hamin. Seperti percepatan ekspor perikanan juga pembangunan pelabuhan perikanan dan kontainer di Desa Waai dan Tulehu. Harapannya itu dapat memudahkan akses dan alur distribusi perikanan di Maluku. (PRISKA BIRAHY).

 

loading...