Produk UMKM Maluku Laku Terjual Dalam Gebyar Lelang Ditjen Kekayaan Negara

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Produk UMKM Maluku laku terjual dalam kegiatan Gebyar Lelang Produk UMKM Tahun 2022 dalam rangka 114 Tahun Lelang Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan RI, Kamis (24/3/2022).

Kegiatan yang mengusung tema inovasi lelang produk UMKM mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat dengan slogan pulih dan bangkit bersama lelang Indonesia, kedai lelang inovasi tiada henti sahabat UMKM ini diselenggarakan  secara virtual Kamis (24/3/2022) dan dibuka langsung oleh Dirjen Kekayaan Negara, Rionald Silaban

Hasilnya, dari Gebyar Lelang ini, sebanyak 17 lot lelang produk UMKM Maluku laku terjual.

Pelaku UMKM Maluku binaan perbankan dan instansi terkait di wilayah Ambon yang memproduksi berbagai macam produk ciri khas Maluku ini digandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kepala KPKNL Ambon, Iwan Victor Leonardo Sitindaon dalam paparannya dihadapan Dirjen saat kunjungi produk UMKM Maluku ini secara virtual menjelaskan, KPKNL Ambon libatkan 6 pelaku UMKM binaan berbagai instansi dalam gebyar lelang tahun ini.

Produk-produk dari 6 UMKM yang ditampilkan yaitu Sambal Cakalang, Sambal Roa, Sambal Ikan Teri, Sambal Ikan Asin, Rujak Natsepa, Abon Ikan Cakalang, Dendeng Ikan Cakalang, Kayu Manis Bubuk Maluku, Kayu Manis Batang Maluku, Hiasan Lukisan Dinding dari Kerang yang dijual dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Selain itu ada juga Kain Tenun Ambon yang dijual dalam bentuk lembaran kain, Selendang, Dasi dan Tas, Berbagai Perhiasan Besi Putih khas Maluku, dan berbagai macam kerajinan tangan khas Ambon yang terbuat dari daun lontar, batok kelapa, pelepah kelapa, biji-bijian kering dan sebagainya.

Totalnya ada 42 lot lelang produk UMKM Maluku dalam kegiatan ini. “Hasil pelaksanaan Lelang UMKM KPKNL Ambon, terdapat 17 Lot lelang yang laku terjual dari berbagai produk yang dilelang tersebut,”kata Iwan Kamis melalui rilis yang diterima terasmaluku.com.

Diharapkan, lelang UMKM ini dapat menjadi pelopor untuk kegiatan serupa selanjutnya dan semakin banyak lagi produk UMKM yang terjual. “Sehingga diharapkan benar-benar mampu menjadi bagian dari pemulihan kegiatan ekonomi nasional khususnya masyarakat pelaku UMKM di Ambon,”imbuhnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku untuk bersama-sama bersinergi membangkitkan pelaku UMKM sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional melalui Lelang Indonesia.

Sebelumnya, saat membuka Gebyar Lelang Produk UMKM ini, Dirjen Kekayaan Negara, Rionald Silaban mengatakan kegiatan lelang UMKM sejalan dengan agenda Presidensi G20 Indonesia yaitu mendorong produktivitas, mendukung ekonomi keuangan inklusif dan meningkatkan akses serta mengoptimalkan jangkauan pemasaran produk UMKM melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai arahan presiden Republik Indonesia yaitu program pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara terarah dan terkoordinasi.

“Kegiatan Gebyar Lelang Produk UMKM ini diharapkan seluruh insan lelang Indonesia dapat mendulang wawasan pengetahuan demi mendukung kinerja layanan lelang serta turut membantu pelaku UMKM untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19,”tuturnya.

Joko Prihantono, Selaku Direktur Lelang DJKN sekaligus ketua pelaksana kegiatan menjelaskan tentang inovasi yang dilakukan pada Lelang UMKM Tahun 2022 yaitu terdapat fleksibilitas lelang berupa extended Auction, lelang tanpa uang jaminan khusus untuk lelang UMKM dan pada portal lelang.go.id terdapat fitur khusus produk UMKM yang diharapkan dapat lebih memudahkan para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui lelang.go.id.

Fadli Sabban, salah satu pelaku UMKM Maluku

Fadli Saban, pelaku UMKM Maluku yang menjual kerajinan dari mutiara dan besi putih mengaku kegiatan sangat membantu para pelaku UMKM untuk promosikan produk UMKM apalagi dalam dua tahun terakhir ini pandemi covid cukup berdampak pada sektor usaha UMKM.

“Harapan kami kedepannya supaya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan lagi agar produk kita lebih dikenal lagi bukan hanya di Kota Ambon tapi juga di daerah lain, terimakasih Kementerian Keuangan,”harapnya. (Ruzady Adjis)