Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Peserta yang Meninggal Dunia

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program jaminan sosial bagi bagi pekerja di Indonesia, dan salah satu programnya adalah Jaminan Hari Tua (JHT).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Maluku, Sevy Renita Setyaningrum di Ambon, Kamis (30/5/2024) menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, JHT ditujukan untuk menjamin peserta agar dapat menerima manfaat berupa uang tunai ketika memasuki masa pensiun dan mengalami cacat total.

“Begitu juga dengan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia. Saldo JHT peserta bisa diklaim dan dicairkan oleh ahli warisnya yang sah,”jelasnya.

Lantas, bagaimana cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan peserta yang sudah meninggal?

Persyaratan Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum mencairkan saldo, ada sejumlah dokumen pendukung yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Yakni sebagai berikut:
• Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan miliki peserta
• Surat keterangan kematian atau akta kematian
• Surat keterangan ahli waris dari pejabat yang berwenang
• KTP atau paspor (untuk ahli waris WNA) atau bukti identitas lain ahli waris, penerima wasiat, atau pengampu
• Akta kelahiran anak (khusus ahli waris anak WNI)
• Surat keterangan perwalian anak dari pengadilan (khusus ahli waris adalah pengampu dan anak WNI)
• Surat wasiat (khusus jika dibayarkan ke penerima wasiat)
• Nomor rekening tabungan atas nama ahli waris yang aktif
• NPWP bagi peserta dengan saldo JHT lebih dari 50 juta atau peserta telah mengajukan klaim sebagian.

Pengajuan klaim JHT bagi peserta yang telah meninggal dunia hanya bisa dilakukan secara offline di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

“dan proses klaim juga hanya dapat dilakukan oleh ahli warisnya yang sah dengan membawa persyaratan dokumen lengkap,”terangnya.

BACA JUGA :  Kelebihan Toyota Agya yang Menjadikannya Pilihan Mobil Irit Terbaik

Ditegaskan Sevy, pentingnya program JHT bagi peserta yang telah meninggal bagi keluarganya, terutama ahli waris.

“Jaminan hari tua adalah hak bagi setiap pekerja yang telah terdaftar di program JHT BPJS Ketenagakerjaan. Dan apabila peserta sudah meninggal dunia, maka JHT tersebut dapat diklaim oleh si ahli waris yang sah”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.