Ekspor Perdana 25 Ton Ikan Layang dari Maluku ke Srilanka

by
Ekspor ikan layang perdana dari Maluku ke negara tujuan baru Srilanka oleh PT. Perikanan Nusantara (Persero), (16/3/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Maluku kembali lakukan ekspor ikan ke satu negara tujuan baru. Melalui PT. Perikanan Nusantara (Perinus) (Persero) mengekspor ikan layang biru langsung dari Maluku ke negara tujuan Colombo, Srilanka pada Senin (16/3/2020). Pelepasan ekspor ikan layang dilakukan Sekda Maluku Kasrul Selang dari Pelabuhan Peti Kemas Ambon.  Ini sekaligus eksport pertama PT. Perinus dari Palabuhan Ambon Yos Sudarso. Pengiriman ikan jenis muroaji fish itu dalam bentuk frozen atau beku sebanyak 25 ton.

Branch Manager PT. Perikanan Nusantara, Minto Yuwono

“Ini kali pertama katong kami lakukan ekspor langsung dari Ambon ke Srilanka. Ini juga negara baru tujan ekspor baru ya,” ungkap Barnch Manager PT. Perikanan Nusantara (Persero), Minto Yuwono usai melepaskan satu kontainer berisi ikan siap ekspor di Pelabuhan Peti Kemas Ambon.

Perusahaan pelat merah milik BUMN ini sejak lama lakukan kegiatan ekspor dan pengolahan bidang perikanan. Khusus untuk ekspor pihaknya mengambil ikan-ikan dari laut Maluku. hanya soal pengirman dan pencatatan bea cukainya tidak dilakukan di Ambon.

Loading...

Kepada Terasmaluku.com dia menyebut itu semua dilakukan dari pelabuhan di Surabaya. Baru kali ini mereka menjajal rute ekspor baru yang jauh lebih mudah dan efisien. Kerjasama Bea Cukai dan dinas terkait mengenai pelayanan komoditas perikanan siap ekspor ini mendorong sejumlah eksportir melakukan pengiriman dari sini.

Dia merinci jumlah pendapatan ekspor kali ini mencapai USD 33,350 atau setara Rp 4458.750. “Ini juga upaya untuk menaikan PAD Maluku dan kami kerjasama dengan pemda, pihak karantina dan dinas terkait untuk pengiriman ini,” sambung Minto.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang yang juga hadir membuka ekspor perdana itu mengaku bangga dengan pencapaian ekspor saat ini. Menurutnya aktifitas ini mampu mendorong perekonomian Maluku. “Lebih dari itu selam ini kan ikan-ikan diambil dari laut Maluku tapi kirimannya tidak di sini. Sekarang bisa dilakukan semua di sini,” akunya bangga.

 

Terkait negara tujuan, kata Kasrul, Srilanka termasuk negara baru yang melakukan permintaan ikan dari Indonesia. Ini dilihat sebagai peluang untuk menjajal kerjasama lanjutan.

“Kalau bisa tidak hanya sekali. Saya menggelar karpet merah buat ini. Buat ekspor dari Maluku,” jelas Kasrul. Dan lagi katanya, sumber daya perikanan Srilanka yang tidak sebersinar Indonesia diharapkan jadi peluang besar untuk Maluku. Termasuk untuk membuka kerjasama baru sampai ke benua Eropa dan Amerika. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *