Emilia Nova Alami Pergeseran Tulang Belakang Sebelum Olimpiade Tokyo

by
Pelari gawang putri Emilia Nova berlatih di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

TERASMALUKU.COM-Ambon- Atlet lari gawang putri Indonesia Emilia Nova dalam akun media sosial Instagram, Minggu, mengungkapkan alasannya batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020, yaitu karena mengalami fraktur dan spondylolisthesis atau kondisi ketika tulang belakang bergeser dari posisi normal.

Peraih medali perak Asian Games Jakarta 2018 nomor lari gawang 100 meter putri itu mengatakan kondisi tersebut sudah dialami sejak tahun lalu dan akhirnya ia memutuskan untuk menjalani operasi pada Juni 2021.

Dengan begitu, ia pun harus merelakan impiannya untuk tampil di Olimpiade Tokyo demi memperpanjang kariernya di dunia atletik.

“Banyak banget yang nanya dan penasaran cedera apa yang saya alami dan kenapa tidak ikut Olimpiade? Olimpiade itu adalah impian semua atlet. Semua atlet pasti ingin bertanding,” kata Emilia melalui akun Instagram, Jumat.

“Tapi ada sebuah proses yang harus saya lalui untuk membuat keputusan mengikhlaskan Olympic demi memperpanjang karier saya di atletik,” tambahnya.

Emilia merupakan atlet yang sebelumnya diproyeksikan tampil di pesta olahraga raga terbesar di dunia tersebut setelah tim atletik Indonesia mendapatkan satu tempat melalui aturan “Universality Quota”.

Namun, kondisi yang tak memungkinkan itu membuat Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menggantikan posisinya dengan Alvin Tehupeiory yang turun di nomor lari 100 m putri.

Semula Emilia berpikir bahwa masalah yang dialaminya itu hanya cedera pinggang biasa. Sebab ia masih bisa berlatih, bertanding dan bahkan lima hari sebelum operasi, ia masih bisa mencatatkan rekor terbaiknya.

“Tapi memang agak mengganggu kalau sudah kambuh dan untuk lari gawang karena unstable. Akhirnya pada akhir April, saya cek X-ray, MRI dan CT Scan. Ternyata fracture dan spondylolisthesis di L4 (tulang belakang),” ujar Emilia.

Meski telah melakukan pemeriksaan, Emilia sempat tidak percaya karena ia tidak merasakan sakit.

“Beberapa dokter juga bingung padahal tulangnya patah dan masih bisa latihan. Untungnya, saya punya otot yang kuat,” tutur Emilia.

“Tapi setelah tiga dokter bilang ini patah dan harus operasi, saya baru yakin, dan akhirnya saya memutuskan operasi,” sambungnya.

 

Emilia juga mengaku sempat ragu. Namun demi kariernya di dunia atletik, ia pun memberanikan diri.

“Karena setelah operasi pasang baut, tulangnya akan lebih stabil dan lebih kuat. Ini keputusan yang sangat berat bagi saya karena saya paling takut yang namanya operasi. Jangankan dioperasi, di rawat di rumah sakit saja tak pernah,” Emilia mengakui.