Empat Hal Berkesan Di Ambon Jelang Paskah Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

MULAI esok, Minggu, 23/2/2020, Umat Kristiani di Ambon- Maluku akan memasuki minggu Pra Paskah atau Minggu Sangsara Tuhan Yesus. Dalam rentang 40 hari sejak esok itu umat akan menyiapkan diri dan melakukan hal-hal khusus  menjelang salah satu hari raya penting umat Kristiani yakni Paskah (Hari Kebangkitan Isa Almasih). Berikut empat hal unik yang umumnya berlangsung di Ambon dan Maluku terkait momen tersebut.

Pertama, palang Salib dan kain ungu. Seperti pohon-pohon terang yang dipancangkan jelang Natal, maka jelang paskah di jalan-jalan dan lorong bahkan perbukitan akan ada banyak palang salib beraneka ukuran dan kain berwarna ungu yang meliliti salib tersebut. Tentu ini bukan sebentuk perebutan ruang publik, namun lebih dimaknai sebagai cara mengkomunikasikan bahwa ada sebuah peristiwa keagamaan khusus yang dijalani umat Kristiani. Salib itu sendiri merujuk pada pengorbanan dan penderitaan Yesus Kristus (Isa Almasih) yang diyakini oleh umat Kristen sebagai jalan keselamatan. Sedangkan warna ungu secara teologis-liturgis menegaskan arti dan makna penderitaan dan pengorbanan itu. Hal ini berbeda dengan warna putih misalnya, yang mengandung makna sukacita dan kemenangan.

Kedua, Ibadah Minggu Pra Paskah atau Minggu Sengsara. Selama tujuh minggu berturut-turut akan ada ibadah khusus di gereja-gereja. Ada liturgi khusus yang dibuat terkait peristiwa pengorbanan Yesus. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga bernuansa meditatif dan perenungan penderitaan. Para pendeta juga akan berupaya menyampaikan pesan-pesan tekstual yang meneguhkan spiritual umat atas realitas penderitaan dan bencana dalam hidup umat manusia serta alam semesta. Dalam minggu-minggu pra Paskah ini umat diajak untuk mereningkan arti dan arah hidup ini. Bagaimana mereka tegar ketika kemeluit datang, dan komitmen pertobatan agar hidup lebih selaras dengan kehendak Tuhan.

loading...

Ketiga, kegiatan di keluarga dan lingkungan. Selain secara umum di gedung-gedung gereja pada ibadah hari minggu, umat juga membangun perenungan pada masing-masing keluarga. Tiap-tiap hari sabtu (akhir pekan) ada liturgI khusus dibagi ke rumah-rumah. Malam hari ada ibadah bersama keluarga. Tiap-tiap anggota keluarga mendapat peran dalam ibadah itu. Ada doa dan diskusi serta saling berbagi antar anggota keluarga. Tujuan dari kegiatan tersebut agar ketahanan keluarga makin tangguh. Selain itu, ada juga kegiatan-kegiatan pada lingkungan, biasanya di sebut unit dan sektor. Tiap-tiap unit dan sektor akan merancangkan acara-acara menyambut paskah tersebut.

Keempat, Jalan Salib (via dolorosa). Umat Katolik di Ambon akan mengadakan proses jalan salib di beberapa ruang jalan utama kota Ambon. Adegan penyaliban dilakoni oleh para pemuda. Seorang pria yang memanggul salib besar, dan beberapa pemuda yang menggunakan seragam prajurit Romawi mencambuk pria itu, sedangkan beberapa perempuan berjalan sambil menangis meratapi derita pria itu. Tak jarang orang-orang yang terlibat dalam arak-arakan itu turut menitikan air mata, tapi ada beberapa juga yang tertawa dan saling bersenda gurau. Pria yang memanggul Salib sedang menghayati peristiwa derita dan penyaliban Yesus ribuan tahun silam.

Demikian empat hal berkesan yang berlangsung di Ambon-Maluku jelang Paskah. Tentu puncak acaranya yakni Hari Paskah memiliki nuansa dan makna tersendiri. Kelak akan saya ulas nanti. selamat memasuki masa Pra Paskah. Teruslah merajut kebersamaan dalam keluarga, gereja dan masyarakat. Tetaplah membangun hidup damai, toleransi dan saling peduli lintas agama dan suku demi kemaslahatan bersama. Salam kasih! (RR)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *