Empat Sektor Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diberlakukan di Ambon, Ini Sanksi Yang Melanggar

by
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan keterangan pers di Balai Kota Ambon, Selasa (2/6/2020). FOTO : ALFIAN SANUSI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk empat sektor bagi warga Kota Kota Ambon. Empat sektor itu yakni pergerakan orang, kegiatan sektor usaha, fasilitas umum dan moda transportasi.

“Senin depan kita mulai berlakukan pembatasan kepada masyarakat untuk menekan perkembangan Covid-19 di Ambon,” kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di usai melakukan rapat koordinasi terkait PKM di Balai Kota Ambon, Selasa (2/6/2020).

Walikota mengaku, sebelum melakukan pembatasan kepada masyarakat, pihaknya akan melakukan sosialisasi selama lima hari kepada warga Kota Ambon.

Pemberlakuan tersebut juga didasari dengan Peraturan Walikota (Perwali) tentang pembatasan baik orang, fasilitas umum dan moda transportasi. “Kita awali dengan sosilasisasi, kepada masyarakat. Kita juga akan coba persiapan pelaksanaan protokol wilayah pasar,” kata Richard.

Loading...

Dalam pembatasan tersebut, kata Richard sesuai dengan Perwali, maka warga yang tidak mengikuti aturan akan mendapatkan sanksi jika melanggar.

Walikota menjelaskan, untuk moda transportasi umum aktifitas daya angkut hanya 50 pesen dari biasanya. Dan seluruh penumpang harus menggunakan masker. “Kalau tidak patuhi aturan sanksi pertama tegur secara lisan, tertulis, dan sanksi sosial dengan membersihkan seluruh sampah yang ada,” katanya.

Sedangkan, tambah Richard, untuk jenis usaha jika para pedagang melanggar maka akan dikenakan denda sebanyak Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Walikota sangat optimis dengan pembatasan ini, karena dapat mengendalikan angka Covid-19  di Kota Ambon. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *