Empat Warga Tual Ditemukan Terombang-Ambing di Laut Malra

by
KM Yante yang ditumpangi empat awak mengalami patah kemudi di perairan Godan, Kabupaten Maluku Tenggara akibat gelombang tinggi berhasil dievakuasi ke Pulau Toyando, Senin (17/5/2021) ANTARA/Daniel Leonard

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Empat warga ditemukan warga dan dievakuasi regu penyelamat dari Pos SAR Tual setelah KM Yante yang mereka gunakan mengalami patah kemudi akibat dihantam gelombang di sekitar perairan Pulau Godan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku.

“Regu penyelamat yang sementara melakukan pencarian dan pertolongan mendapat informasi kalau KM Yante telah ditemukan warga dan empat awaknya langsung dievakuasi tim SAR ke Pulau Toyando,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Mustari di Ambon, Senin (17/5/2021).

Mereka yang berhasil diselamatkan adalah Iskandar Rahareng, Ramang Rahareng, Abidin Fitmatan, serta Ajid Rahareng. Empat awak kapal ini berangkat dari Kota Tual tujuan Pulau Tayando pada Minggu (16/5) sekitar pukul 04.00 WIT.

Menurut dia, awalnya Kantor Basarnas Ambon melalui Pos SAR Tual menerima adanya informasi dari keluarga korban bernama Papu Rahareng bahwa pada pukul 14.10 WIT KM. Yante berukuran 5 GT dengan POB empat orang mengalami patah kemudi dan terombang- ambing di sekitar perairan Pulau Godan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kemudian pada pukul 16.00 WIT dengan menggunakan KN SAR Bharata, tim SAR gabungan diberangkatkan menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi SAR dengan koordinat diduga 5°25.541′ S – 132°29.136’E, berjarak kurang lebih 20 NM, Heading 315° arah barat laut dari Kota Tual.

Kondisi cuaca saat dilakukan upaya pencarian sedang terjadi hujan ringan dengan hembusan angin dari arah timur menuju tenggara berkecepatan antara 8-25 knot, dan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 – 2,50 meter.

Saat dilakukan upaya pencarian, tim mendapat informasi bahwa KM Yante berhasil ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi menuju Pulau Tayando dengan menggunakan longboat.

Pewarta : Daniel Leonard/Antara
Editor : Heru Dwi Suryatmojo