Enam Hari Hilang Kontak, Nelayan di Aru Ditemukan Meninggal

by
Tim SAR bersama warga mengevakuasi jenazah nelayan Kepulauan Aru yang kontak, Rabu (16/6/2021). FOTO : BASARNAS

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Itong Pardjer, seorang nelayan yang hilang kontak sejak enam hari lalu, akhirnya ditemukan, Rabu (16/6/2021) pukul 11.00 WIT. Namun pria 35 tahun ini ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban diketahui mencari ikan di perairan Selat Tabarfane, Kabupaten Kepulauan Aru, pada Kamis (10/6/2021) lalu. Ia dinyatakan hilang kontak pada Jumat (11/6/2021), setelah tak kunjung pulang ke rumahnya.

Warga setempat sudah berusaha mencari korban, namun tidak berhasil ditemukan. Kasus itu lalu dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Dobo, Kepulauan Aru, Senin (14/6/2021).

Selama tiga hari operasi pencarian dilakukan, tim SAR gabungan berhasil menemukannya dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (16/6/2021) pukul 11.00 WIT.

Korban ditemukan meninggal di laut dengan lokasi penemuannya berada pada titik koordinat 6°6’32 70″ S – 133°57’100″T, atau 11 mil dari Desa Tabarfane.

“Korban ditemukan 11 mil dari Desa Tabarfane atau dengan titik koordinat 6°6’32 70″ S – 133°57’100″T oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kepala Basarnas Ambon, Mustari, kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Berhasil ditemukan, korban kemudian diangkut ke atas kapal milik warga dan dievakuasi ke rumah duka yang berada di Desa Tabarfane.

“Korban sudah diserahkan kepada keluarga di rumah duka di Desa Tabarfane, Kepulauan Aru,” kata Mustari.

Dengan ditemukanya korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak bersama longboatnya, maka operasi SAR dinyatakan ditutup di hari ke tiga.

“Ops SAR dinyatakan selesai dan diajukan permohonan ditutup, kepada unsur SAR yang terlibat diucapkan terima kasih,” pungkasnya. (HUS)