Es Krim Enbal, Inovasi Panganan Khas Tual oleh UMKM

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Enbal yang jadi panganan khas Kota Tual Maluku Tenggara bisa menjadi olahan es krim yang lezat. Di tangan Carolina Tapotubub bahan baku utama enbal itu jadi makanan ringan inofatif. Produk kuliner itu merupakan kuliner Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) binaan PT. Pertamina (Persero) UKM Rejaubes, di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara (Malra).

Di musim pandemi, UKMnya termasuk yang masih bertahan. Dengan bahan baku sederhana dan mudah didapat, Carolina berdama 5 anggota lain mengolah bahan baku jadi es krim lezat bercita rasa khas. Saat mengunjungi rumah produksi UKM di Langgur, dia menunjukkan bahan-bahan utamanya. Tepung enbal susu serta santan.

Dalam sekali produksi dia mampu hasilkan hingga 200 cup es krim. Ada cerita menarik sebelum usahanya itu dikenal seperti saat ini. Yakni saat awal ide muncul, hasil olahan es krim itu diberikan kepada anggota keluarga sebagai bahan uji coba.

“Kan enbal itu beracun jadi beta juga khawatir salah olah bisa meninggal. Percobaan awal tidak langsung saya jual, melainkan dicoba dulu ke keluarga. Kata mereka, enak. Saya kemudian coba lagi dan akhirnya bisa untuk dipasarkan,” kata koordinator UMKM Rejaubes kepada Terasmaluku.com di Langgur, Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (31/10/2020).

Berawal dari itu, es krim buatanya menuai tanggapan positif dan bikin ketagihan. Carolina lantas melangkah menekuni usahanya itu. Dia pun memanfaatkan program dana bergulir Program Kemitraan Pertamina 2019. Hasilnya, UKM Rejaubes mampu mengadakan beberapa alat pengolahan es krim serta pengemasan.

Dari situ produksi mereka jadi lebih konsisten. Yakni tiap 2 hari sekali. Untuk bisa menikmati eskrimnya, karya UKM Rejaubes itu dipasarkan di salah satu swalayan besar di Langgur. Atau di rumah produksinya.

Selain es krim dia juga membuat dfersiviksi panganan yakni denga membikin cemilan stik enbal dan stik enbal kelor. Es krim tersebut, lanjut dia, biasanya didistribusikan ke mini market atau swalayan yang ada di Kota Tual dan sekitarnya.

Loading...

“Ketika saya dengar pertamina membuka kemitraan untuk memberikan bantuan dana, saya kemudian membuat pengajuan. Saya bermitra dengan Pertamina itu sejak 2019 lalu, dan saya merasa sangat terbantukan,” ucapnya.

Sementara itu penjualan keseluruhan hasil UMKM ini telah sampai ke Maluku Tengah dan Papua. Unit manager communication, relation, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Eddy Mangun mengatakan, UMKM memiliki imunitas tinggi terhadap perkembangan ekonomi di daerah.

Dia berharap dengan adanya bantuan kemitraan itu, tidak hanya mengangkat UMKM Rejaubes saja, tapi juga mengangkat makanan tradisional enbal di mata dunia.“Enbal ini sebenarnya makanan hanya makanan khas tradisional Maluku Tenggara saja, tapi sama Karolina ini bisa diolah menjadi banyak varian. Ini menjadi menarik untuk kemudian dikembangkan. Alahamdulillah kemarin ada dana kemitraan yang dicairkan untuk ibu sekitar 100 juta.

Harapan kami, apa yang kami berikan itu bisa mengangkat usaha ibu dan bisa mengangkan enbal yang dulu menjadi makanan tradisional khas di sini, bisa mendunia. Sudah ada komitmen Pemda sampai ke cina,” kata Unit manager communication, relation, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Eddy Mangun di Kepulauan Kei, Kabupaten Malra, Sabtu (31/10/2020).

Usaha kecil masyarakat ini juga mendapat dukungan pemerintah. Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri, Melkianus Betanubun menyampaikan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Maluku Tenggara berkomintmen untuk membangun UMKM sebagai salah satu pendukung pariwisata di daerah tersebut.

“Disperindag berkomitmen membangun UMKM salah satu pendukung pariwisata Kabupaten Malra. Rapat bersama duta besar Cina, koordinasi dengan disperindag Maluku untuk awal tahun 2021 kita akan meningkatkan proses pengolahan UMKM ke proses ekspor baik itu ke Cina maupun ke Australia.

Selain itu, kami juga terus melakukan proses pendampingan dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia untuk meningkatkan kualitas produk UMKM,” jelas Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri, Melkianus Betanubun. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *