Februari, Gedung RSUP Johannes Leimena di Rumah Tiga Rampung

by
Maket RSUP dr Johannes Leimena (FOTO : ANDRE PENTURY)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Johanes Leimena di Wailela Desa Rumah Tiga Kota Ambon hampir rampung.

Struktur gedung Rumah Sakit terbesar di Maluku ini ditargetkan rampung pembangunannya pada Februari 2019. “Realisasi pembangunan struktur gedung RSUP dr. Johannes Leimena yang berlantai delapan itu mencapai pengerjaan akhir, ” kata Kepala Dinas PU Maluku Ismail Usemahu di Ambon, Kamis (24/1/2019). Usemahu menjelaskan, Gedung RSUP tinggal pengerjaan akhir saja dari realisasi pembangunan RSUP tahap pertama senilai Rp120 miliar.

Pembangunan RSUP dr. Johannes Leimena yang peletakannya batu pertamanya oleh Menkes, Nila Djuwita F. Moeloek didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff itu pada 25 Juli 2018 itu pengoperasiannya tergantung pengadaan peralatan, sumber daya manusia (SDM) dan lainnya untuk mendukung pelayanan yang merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan.

Setelah struktur gedung RSUP dr. Johannes Leimena rampung sebagai tanggung jawab Kementerian PUPR, maka pengadaan peralatan kesehatan, tenaga dokter, paramedis dan lain-lainnya ditangani Kemenkes sehingga masih membutuhkan tenggat waktu untuk dioperasikan, ujar Ismail.

Pembangunan RSUP dr. Johannes Leimena merupakan salah satu dari 11 program prioritas untuk pembangunan Maluku yang telah disetujui Presiden RI.
“Jadi RSUP termasuk salah satu dari 11 program strategis nasional yang telah diputuskan pemerintah pusat sehingga pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana didanai APBN melalui Kemenkes yang ditargetkan menyerap lebih dari Rp500 miliar,” kata Ismail.

Kadis Kesehatan Maluku, Meykel Pontoh mengatakan RSUP Johannes Leimena diprogramkan beroperasi pada 2019. Bila beroperasi, RSUP nantinya membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk penyakit tidak dapat ditangani rumah sakit milik pemerintah daerah atau swasta.

“Kami memprogramkan bila RSUP telah beroperasi, maka diusahakan tidak ada lagi masyarakat Maluku yang dirujuk ke luar daerah karena tersedia para dokter spesialis maupun peralatan modern,” ungkap Meykel.(ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *