Fenomena Ikan Bubara Terperangkap di Sungai Batu Merah

by
Warga berebut menangkap ikan bubara yang terperangkap di Sungai Batu Merah Kota Ambon, Sabtu (1/5/2021). FOTO : Istimewa

Yusuf Wally, S.Pi, M.Si, alumni Fakuktas Perikanan Jurusan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2004 mengungkap fenomena ikan bubara atau yang disebut juga ikan kuwe terperangkap di Sungai/kali Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Sabtu (1/5/2021). Ikan kuwe merupakan salah satu jenis ikan permukaan (pelagis) yaitu ikan yang hidup di perairan dangkal, karang dan batu karang.

BACA JUGA : GEGER, Kelompok Ikan Bubara Ukuran 1 Meter Terjebak Di Sungai Batu Merah

Banyak yang bertanya ada fenomena alam apa yang terjadi, kalo penjelasan saya, ikan Bubara adalah ikan pelagis atau yang hidup pada daerah permukaan. Jika ikan bubara yang berukuran besar ini masuk terperangkap di kali, dampak dari mereka memangsa ikan-ikan kecil yang lari kearah sungai, dan ikan predator ini terperangkap.

Kebiasaan makan ikan kuwe yaitu di saat senja serta di saat matahari mulai terbit atau terbenam karena suhu yang tidak terlalu panas, dan kejadian ini terjadi saat waktu berbuka puasa.

Yusuf Wally yang mengambil penelitian terkait populasi Gastropoda pada sungai Bengawan Solo Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur ini, memberikan penjelasan mengenai fenomena ikan Bubara yang masuk di kali/sungai Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Fenomena tersebut bukan pertanda kejadian alam seperti yang dicemaskan warga. Kejadian ini sebabkan oleh aktivitas ikan Bubara atau ikan Kuwe yang memangsa ikan-ikan kecil yang berada di area perairan Kota Ambon.

“Saya yang berada di lokasi melihat kejadian ini sempat menarik perhatian masyarakat yang berada ditempat kejadian, di sekitar sungai /kali Batu Merah. Apalagi area ini berdekatan dengan pasar, sehingga menjadi tontonan yang riuh karena masyarakat lompat ke kali untuk berebutan,” ungkap Yusuf Wally.

Fenomena ikan bubara yang memiliki ukuran sangat besar.yang terperangkap bukan dampak dari fenomena bencana alam, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir dan mengaitkan fenomena tersebut dengan bencana alam. Sungai/kali Batu Merah sebelah kirinya ada pasar ikan Arumbar Mardika dan Pasar ikan Batu Merah, sehingga dipastikan banyak ikan-ikan kecil dan bau amis ikan.

Ikan bubara yang besar ini berusaha memangsa ikan-ikan kecil sehingga terperangkap di kali Batu Merah Apalagi saat kejadian, pertukaran cuaca siang menjelang malam saat langit kemerah-merahan dan air sedang pasang.

Ini adalah hal baik dan positif agar kedepan masyarakat sekitar Teluk Ambon dapat melakukan budidayakan secara massal. Ikan kuwe mempunyai banyak keuntungan saat dibudidayakan seperti: tahan terhadap perubahan lingkungan, tahan penyakit, cepat tumbuh, pemeliharaan yang mudah,dan mencari bibit mudah.

Budidaya suda dilakukan masyarakat sekitar Poka dan Waiheru yang dilakukan dengan keramba jaring apung di daerah Teluk. Faktor air seperti salinitas, kadar oksigen, suhu, kecepatan arus, fitoplankton, dan polusi merupakan hal yang dapat diperhatikan dalam budidaya ikan bubara agar ikan tumbuh se!ara optimal. Makanan yang diberikan adalah ikan ikan kecil atau sisa insang ikan lainnya yang mempunyai nilai ekonomis rendah.

Keuntungan bududaya dengan keramba jaring apung adalah tingkat produksi yang tinggi, aman dari predator, dan mudah saat pemanenan. Hal ini perlu dibantu oleh Dinas Perikanan Kota Ambon, dalam peningkatan budidaya perikanan guna menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Oleh : Yusuf Wally, S.Pi, M.Si ( Alumni Fakuktas Perikanan Jurusan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB/2004)