Feri Pelabuhan Hunimua Telat Beroperasi, Ratusan Penumpang Terancam Golput

by
Loket penjualan tiket di Pelabuhan Feri Hunimua Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah hingga Rabu (17/4/2019) pukul 09.00 WIT masih tutup. Para calon penumpang antri di pelabuhan menunggu kapal feri. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ratusan orang di Pelabuhan Feri Hunimua Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terancam tidak bisa nyoblos, Rabu (17/4/2019). Kapal feri yang dijadwalkan berangkat pukul 6 pagi ke Kota Masohi, Ibukota Kabupaten Malteng belum beroperasi, sementara antrian kendaraan dan motor telah mengekor sejak Rabu pagi.

Calon penumpang antri di Pelabuhan Feri Hunimua, Rabu (17/4/2019). FOTO : ISTIMEWA

Loket pembelian tiket tertutup, tidak ada tanda tanda aktifitas petugas sedangkan banyak warga yang menunggu. Ari Rumihin, salah seorang calon penumpang kepada terasmaluku.com menyebut kaget dengan kondisi tersebut. “Seng ada pengumuman, seng ada petugas. Bagaimana katong mau konfirmasi,” keluhnya.

Ari salah satu calon penumpang yang datang pukul 05.00 WIT ke lokasi. Di pelabuhan katanya sudah banyak yang mengantri. Mulai dari pengendara roda dua, mobil pribadi hingga truk. Mereka mayoritas hendak pulang kampung untuk nyoblos. Menurut Ari informasi dari sopir truk, loket baru akan buka pukul 10. Itu berarti kecil kemungkinan Ari pun penumpang lain bisa memberikan hak suara mereka di TPS.

“Hanya tadi ada beberapa supir truk yang dari malam su antri, katanya petugas bilang beso jam 10 baru jalan,” terang Ari. Petugas yang ditanyai pun memberi jawaban tak pasti perihal kemungkinan golput jika feri tetap beroperasi mulai pukul 10.00 WIT.

Dia dan penumpang lain yang telah bersiap sejak pukul 05.00 pun tak punya banyak pilihan. Tak ada informasi soal kepastian kapal feri. Mereka yang sudah terlanjur datang dan antri hanya punya pilihan menunggu hingga feri beroperasi atau kembali ke rumah. Namun tentu dua pilihan itu berarti kemungkinan golput.

Ari misalnya, dia harus nyoblos di Pusat Desa, Layeni, Kecamatan TNS, Maluku Tengah. Dua jam perjalanan dengan feri ke Masohi belum lagi harus disambung dengan perjalanan darat ke TPS. Sudah pasti melebihi waktu pemilihan. Apalagi sudah ada antrian panjang masuk feri, calon penumpang harus mengantri.

Saat kni saja sudah ada lebih dari 70 kendaraam roda dua di belakang motor milik Ari. Itu belum terhitung yang memarkirkan kendaraanya di luar. Sementara hingga kini pihak ASDP belum memberikan info baik pada akun sosial media maupun di pelabuhan Liang. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *