Ferry Tanaya K.O di Praperadilan Perkara Pengadaan Lahan PLTG Namlea

by
Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tersangka perkara pengadaan lahan PLTG Namlea senilai Rp. 6,1 miliar, Ferry Tanaya K.O dalam sidang praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dalam sidang praperadilan perkara ini, Ferry Tanaya bertindak selaku Pemohon atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejati Maluku selaku Termohon.

Dalam lanjutan sidang praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon Senin (1/3/2021), Hakim Adam Idha yang memeriksa dan mengadili perkara praperadilan Nomor: 1/Pid.Pra/2021/PN Ambon ini menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh Fery Tanaya berserta Kuasa Hukumnya dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Herman A. Koedoeboen.

Sebelumnya, pada sidang yang berlangsung 25 Februari 2021, untuk menghadapi Ahli yang diajukan oleh Kuasa Pemohon yaitu, Prof. Dr. Said Karim yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasannudin Makassar, Kejaksaan Tinggi Maluku menghadirkan dua orang pakar hukum yaitu, Dr. Reimon Supusepa Dosen Fakultas Hukum, Universitas Pattimura, Ambon dan Dr. Fahri Bachmid Dosen Tetap Hukum Tata Negara, Pakar Hukum Tata Negara dan Ahli Konstitusi Fakultas Hukum UMI, Makassar, Dosen Tidak Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam As – Syafi’iyah Jakarta; Dosen Tidak Tetap Fakultas Hukum IAIN Ambon – Maluku; Founder & General Chairman di Law Firm Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H. & Associates.

Pada sidang tanggal 25 Februari 2021, untuk menghadapi Ahli yang diajukan oleh Kuasa Pemohon yaitu, Prof. Dr. Said Harim, S.H. M.Si, yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasannudin Makassar, Kejaksaan Tinggi Maluku sebagai Termohon menghadirkan dua orang pakar hukum yaitu, Dr. Reimond Supusepa, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum, Universitas Pattimura, Ambon) dan Dr. Fahri Bachmid, M.H. (Dosen Tetap Hukum Tata Negara, Pakar Hukum Tata Negara dan Ahli Konstitusi Fakultas Hukum UMI, Makassar; Dosen Tidak Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam As – Syafi’iyah Jakarta; Dosen Tidak Tetap Fakultas Hukum IAIN Ambon – Maluku; Founder & General Chairman di Law Firm Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H. & Associates).

Dalam rilis resmi Kejati Maluku Senin sore dijelaskan, dari jalannya persidangan praperadilan, kedua pakar hukum yang diajukan oleh Kejaksaan Tinggi Maluku berhasil dengan sukses mematahkan semua dalil dan pendapat Ahli Pemohon Prof. Dr. Said Karim, S.H., M.Si. Beberapa point penting yang dapat dicatat terkait dengan permohonan yang sering dan banyak diajukan oleh Tersangka melalui mekanisme praperadilan yaitu:

Halaman Selanjutnya…