Festival Pesona Bupolo 2016, Promosi Wisata Pulau Buru Mulai Digelar

by
Salah satu sudut Pantai Wisata Jikumarasa Kabupaten Buru, Maluku

AMBON- Untuk mempromosikan berbagai potensi pariwisata Pulau Buru, Dinas Pariwisata dan Infokom Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru menggelar Festival Pesona Bupolo 2016. Festival Pesona Bupolo, mulai digelar Sabtu (8/10) hingga Rabu (12/10) di Kota Namlea, Ibukota Kabupaten Buru dan sekitarnya. Lewat Festival Pesona Bupolo, Pemkab Buru ingin menunjukan kalau Buru memiliki pesona alam yang indah. Buru memiliki potensi wisata alam, pantainya, budaya dan wisata sejarah serta kuliner yang unik dengan daerah lainnya di Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Infokom Kabupaten Buru Istanto Setyahadi menyatakan, selama ini orang mengenal Buru sebagai pulau pembuangan bekas tahanan politik, menyimpan emas, dan potensi pertanian dan minyak kayu putih. Namun belum banyak orang yang tahu tentang pesona kecantikan dan keindahan alam Pulau Buru. Festival Pesona Bupolo 2016 merupakan bagian dari promosi Wonderful Indonesia.
“Pulau Buru memiliki pesona kecantikan dan keindahan alam yang unik namun belum banyak orang tahu. Karena itu kita gelar Festival Pesona Bupolo. Kita tunjukan Buru memiliki banyak potensi wisata yang layak dikunjungi, silakan datang dan saksikan Pesona Buru. Pesona Buru, bagian dari Wonderful Indonesia,” kata Istanto kepada Terasmaluku.com, Jumat (7/10).
Istanto menyatakan, dalam Festival Pesono Bupolo ini akan digelar sejumlah kegiatan, termasuk pentasan budaya dan kuliner.Pada Sabtu dilakukan pembukaan Bupolo Fair dan Festival Pesona Bupolo 2016, mancing di kolam air tawar.Sementara pada Minggu (9/10) digelar sepeda santai rute Kota Namlea ke Pantai Wisata Jikumarasa. Lomba bale papeda, makanan khas Maluku. Lomba makan papeda dan lomba goyang Bupolo. Selain itu juga digelar Under Water Photo Contest, transplantasi terumbu karang, festival papepa kuah ikan dan rujak serta lomba panggayong manggurebe. “Selain itu, digelar sejumlah kegiatan lainnya seperti napak tilas perjalanan Gosepa, festival layang – layang, gerak jalan tingkat SD hingga SMA dan umum dan banyak kegiatan lainnya yang berlangsung hingga Rabu 12 Oktober,” kata Istanto.
Festival Pesona Bupolo selain mempromosikan potensi wisata, juga merupakan kegiatan untuk mengibur masyarakat Buru. Sebelumnya pada akhir September Festival Pesona Bupolo dilucurkan Pemkab Buru dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakakra. Diharapkan dengan festival ini, dapat mempromosikan wisata Pulau Buru secara luas sehingga menarik kunjungan wisatan ke Maluku dan Pulau Buru secara khusus.
“Di tahun ini kami menargetkan ada 570 kunjungan wisatawan mancanegara serta 21.230 wisatawan nusantara dengan nilai transaksi ekonomi sekitar 30.3 miliar,” katanya. Keindahan alam dan budaya pulau pembuangan bekas tahanan politik itu belum banyak diketahui orang. Pulau Buru memiliki perbukitan dan pegunungan dengan luas 8.473,2 kilo meter persegi. Buru memiliki garis pantai yang membentang sepanjang 427,2 kilo meter dan menawarkan keindahan panorama cantik.
Buru juga memiliki Dana Rana, yang indah pada ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan laut. Dana Rana, danau terbesar di Provinsi Maluku itu selalu diselimuti kabut. Jika berkunjung ke Dana Rana, pengunjung dapat menemukan pesona pemandangan alam yang indah. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan uniknya budaya tradisioal masyarakat Suku Rana. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *