Festival Pesona Bupolo 2019 Digelar, Dari Lomba Unik Hingga Malam Penggalangan Dana Bagi Korban Gempa

by

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Dinas Pariwisata (Dispar) Pemerintah Kabupaten Buru menggelar Festival Pesona Bupolo 2019. Even tahunan untuk promosi pariwisata Buru ini akan berlangsung mulai Sabtu (12/10/2019) hingga Senin (14/10/2019) dan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kota Namlea, Kabupaten Buru. Festival Pesona Bupolo akan dibuka Bupati Buru Ramly Umasugi bersamaan dengan perayaan HUT Kabupaten Buru ke 20 di Lapangan Alun-Alun Kota Namlea, Sabtu (12/10/2019).

“Pembukaan Festival Pesona Bupolo ke 4 Tahun 2019 akan dilakukan Bupati bersamaan dengan HUT Kabupaten Buru pada Sabtu 12 Oktober” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru, Istanto Setyahadi, Rabu (9/10/2019).

Festival Pesona Bupolo pertama kali digelar 2016 dan sukses meningkatkan jumlah wisatawan untuk melihat keindahan Pulau Buru. Tahun 2019, Festival Pesona Bupolo mengusung tema Piece Of Heaven In Molucca atau sepotong surga dari Maluku. Festival akan dirangkaikan dengan HUT Kabupaten Buru pada 12 Oktober 2019.

Istanto mengatakan setelah pembukaan, selanjutnya akan diikuti dengan berbagai kegiatan. Pada Minggu (13/10/219) kegiatan dipusatkan di Pantai Wisata Jikumerasa Buru yakni, Bupati akan membuka kegiatan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Genpi Kabupaten Buru. “Kemudian atraksi bambu gila, ada lomba panggayong perahu semang, lomba lari tampurung, lomba belah dan sisi kelapa, setelah itu makan patita dan lomba lari kaki setang yang dipusatkan di Pantai Jikumerasa,” kata Istanto.

loading...

Istanto mengatakan usai dari Pantai Jikumeras, juga digelar stary telling tentang Pulau Buru di seputaran Tugu Tani Kota Namlea.Pada keesokan harinya, Senin (14/10/2019) akan dilakukan transplantasi terumbu karang, final panggayong perahu semang dan makan patita, manggurebe rumbu di Pantai Jikumerasa dan final story Telling di Tugu Tani.

“Kemudian dilajutkan dengan penutupan Festival Pesona Bupolo dengan malam penggalangan dana bagi korban gempa Maluku dan tarian seni budaya,”kata Istanto. (ADVERTORIAL)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *