FOTO : Oknum Polisi Penyelundup Air Raksa Bacakan Pembelaan di PN Ambon

by
Oknum anggota Polsek Leihitu Brigadir Polisi Rahim Tomia alias RT, terdakwa kasus penyelundupan air raksa ke Kota Manado, Sulawesi Utara, membacakan pembelaan dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (26/3). Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang Senin (19/3) menutut terdakwa Rahim dua tahun enam bulan penjara dan subsider enam bulan atau denda Rp 200 juta dalam kasus ini. JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Dalam pembelaan ini, Rahim meminta majelis hakim memberikan putusan yang seadil kepadanya. Rahim juga menyatakan JPU salah menerapkan pasal tersebut, yang seharusnya ia dijerat dengan Undang –Undang Perdagangan bukan Undang-Undang Pertambangan Minerba dan Batu Bara. Majelis hakim yang diketuai Esau akan dilanjutkan pada Kamis (5/4) dengan agenda tanggapan JPU Ingrid Louhenapessy atas pembelaan terdakwa.
Rahim ditangkap aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Ambon saat menyelundupkan air raksa ke Kota Manado lewat Pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada Kamis 21 September 2017 malam.