Gadis Kelas II SMP di SBB Ini Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Tinggalkan Surat Untuk Orang Tuanya

by
Aparat Polsek Kairatu Barat melihat lokasi kejadian seorang anak bunuh diri di rumahnya, Kamis (10/9/2020). FOTO : POLSEK KAIRATU BARAT

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Seorang gadis remaja di Desa Tihulale, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  berinisial VAT (14) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamarnya.

VAT adalah pelajar Kelas II SMP di Kecamatan Amalatu, SBB. Dari tangan korban ditemukan sepucuk surat yang berisi kekecewaan terhadap orang tuanya yang bercerai.

Kapolsek Kairatu Barat, Iptu Idris Mukadar mengungkapkan  peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/9/2020) malam sekitar pukul 18:00 WIT di rumah almarhumah. Almarhumah tinggal bersama ibunya, Fani Tuarissa (38). “Iya benar, kejadiannya kemarin (Kamis) malam,”tutur Mukadar saat dihubungi Terasmaluku.com, Sabtu (12/9/2020).

Kronologisnya kata Mukadar berdasarkan keterangan ibunya, sekitar pukul 18.00 WIT, Kamis (10/9/2020) ibu korban sementara duduk di depan rumah, sedangkan korban berada di dapur. Tak lama kemudian ibu korban masuk ke dalam rumah, hendak ke dapur. Namun tiba- tiba melihat korban sudah tergantung di dalam kamarnya.

Loading...

Melihat kejadian tersebut kata Mukadar, ibu korban berusaha untuk menyelamatkan putrinya dengan cara menurunkan korban. “Namun korban tidak dapat diselamatkan, sehingga ibunya keluar dan minta tolong kepada tetangganya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa.

Mukadar mengatakan, korban menggunakan kain bali warna merah kombinasi putih panjang untuk mengakhiri hidupnya itu. “Korban mengikat tali arafia di bantalan kayu kemudian disambungkan dengan satu buah kain Bali warna merah berkombinasi warna putih,”tuturnya.

Mukadar mengungkapkan, sebelum mengakhiri hidupnya, korban menulis surat di kertas buku 2 lembar yang diikat di genggaman tangan kirinya.

Surat itu ditemukan oleh ibunya pada saat menurunkan korban. “Isi surat tersebut menceritakan tentang rasa kekecewaan atau kesal terhadap orang tuanya (ayah) karena ayah dan ibunya telah berpisah, ayahnya telah pergi meninggalkan ibunya entah ke mana,”tandasnya.

Atas kejadian ini, lanjut Mukadar, pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi terhadap korban. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *