GALERI: Foto Aksi Unjuk Rasa Terhadap PPKM dan Pemerintah Indonesia

by
Aksi pendemo di depan Rektorat Universitas Pattimura Ambon (19/7). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Dukungan dari mahasiswa dan warga terhadap aksi pengunjuk rasa dapat disebut sebagai akumulasi kekecewaan. Kebijakan PPKM dari pusat hingga ke daerah seperti Kota Ambon, disebut sebagai tindakan menyusahkan rakyat.

Aturan mengenai pembatasan kegiatan berbuah asam pada aktivitas dan perekonomian. Sejumlah aktivitas ekonomi harus tutup tepat pukul 17.00 WIT. Kedai, kafe, rumah makan pun tidak menerima makan di tempat.

Belum lagi dipersulit dengan adanya paksaan agar warga harus vaksinasi. Jika tidak, ada sejumlah sanksi administratif. Seperti tidak dibolehkan melakukan pengurusan di sejumlah kantor pemerintahan dan swasta jika tidak bisa menunjukkan kartu vaksin.

Sejak Kamis, Jumat dan Senin mahasiswa di tiga kampus besar IAIN Ambon, Universitas Pattimura juga Universitas Darusalam berunjuk rasa menolak aturan PPKM tersebut. Dan aksi hari ini di depan jalan rektorat Unpatti menyoroti pemerintahan Indonesia yang gagal.

Yang menarik, beberapa pengguna jalan, sopir angkot, ibu penjual ikan (mama papalele), pengndara motor yang melintas turut meneriaki mahasiswa seraya memberi dukungan. Ada yang berteriak, maju!, hidup mahasiswa!.

“Katong rakyat su talalu sengsara lai. Mancari oto susah jam 6 seng boleh ada di terminal,” keluh salah seorang sopir angkot jurusan Hative Besar kepada wartawan saat melintas di dekat titik aksi.

Berikut beberapa dokumentasi unjuk rasa mahasiswa di Ambon.