Gelar Apel Perdana, Walikota Tegaskan Tidak Balas Dendam, Tapi Akan Ganti Pejabat Yang Tidak Sopan

by
Walikota dan Wakil Walikota Ambon Richard Louhenapessy- Syarif Hadler menggelar apel perdana ASN Pemkot Ambon, Selasa (23/5). FOTO : IAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM, AMBON- Mengawali tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Ambon Richard Louhenapessy-Syarif Hadler, menggelar apel kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon  di halaman  Balai Kota, Selasa (23/5) pagi. Bagi Walikota, ia hanya cuti saat Pilkada lalu, dan kini kembali lagi memimpin Kota Ambon.

Seperti dilaporkan jurnalis Terasmaluku.com, Alfian Sanusi, dalam apel itu, Walikota dan Wawali memberikan arahan perdana kepada ribuan ASN. Dalam arahannya, Richard mengatakan, tidak akan menerapkan  sistim balas dendam kepada pegawai yang bermain politik saat  Pilkada Kota Ambon  beberapa waktu lalu. Namun pihaknya akan mengambil langkah kepada pejabat yang dinilai tidak memiliki  etika sopan santun dalam menjalankan pemerintan.

“Kita tidak akan balas dendam, tapi yang kita buat (ganti) adalah menegakkan etika sopan santun berpemerintahan. Jika ada pejabat yang tidak sopan maka itu yang kita tindak,” kata Walikota.  Menurutnya, hal itu bukan balas dendam, tetapi itu merupakan proses untuk memberikan edukasi para pegawai di lingkup Pemkot Ambon.

Walikota menegaskan, kalau mau bertindak tegas, dirinya bisa saja memproses pegawai yang terang-terangan melakukan politik praktis saat Pilkada Kota Ambon, karena hal itu telah diatur dalam Undang-Undang ASN. “Saya bisa saja bertindak tegas kepada kalian (ASN), tapi saya berikan kesempatan untuk memperbaiki diri lewat pembinaan,” katanya.

Ia juga mengatakan, kepada pegawai untuk introspeksi diri dan jangan bermimpi untuk dapat perlindungan dari Walikota maupun Wawali Ambon. Karena semua kebijakan yang diambil atas keputusan bersama. “Waktu cuti telah berakhir dan sekarang sudah saatnya untuk bekerja, bangun kota ini lebih baik lagi agar bisa diperhitungkan oleh daerah lain di Indonesia,” kata Richard, Walikota Ambon periode 2011-2016 itu.

Sementara itu  Wawali Ambon Syarif Hadler bersyukur  sudah mulai memimpin Kota Ambon bersama Walikota  setelah keduanya dilantik Gubernur Maluku Said Assagaff pada  Senin (22/5).  Dalam arahan pertama ini,  Syarif minta  kepada pegawai untuk dapat meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugasnya, tidak mengejar jabatan.

“Jika kinerja baik maka jabatan itu akan datang, jangan mengejar jabatan karena kalau selalu dikejar maka kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya,” kata Syarif. Ia berharap, kepada seluruh pegawai Pemkot Ambon agar disiplin dalam menjalankan tugas dengan baik untuk melayani masyarakat Ambon, agar ibukota Provinsi Maluku  ini  bisa sejajar dengan kota yang lain di Indonesia.  Hadir dalam apel ini, Sekot   Ambon, A.G.  Latuheru para Asisten, kepala dinas, badan serta pegawai lainnya.  (IAN)