Gembok Pintu Masuk SDN 64 dan SD Inpres 50 Ambon Dibuka Paksa, Siswa Pun Bisa Belajar

by
Aktivitas belajar mengajar di SDN 64 Ambon Senin (14/8) pagi berjalan normal setelah gebok pintu masuk dibuka paksa. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON- Pintu pagar Gedung  SD Negeri 64 dan SD Inpres 50 Ambon di kawasan Galunggung Batu Merah Kota Ambon, yang digembok ahli waris pemilik lahan, Senin (14/8) pagi berhasil  dibuka paksa. Pengumuman penyengelan yang dipajang di bagian bangunan  sekolah itu  juga diturunkan. Dan para siswa- siswi pun berlarian masuk ke  gedung sekolah mereka.

Ratusan siswa – siswi SDN 64, yang girilan masuk pagi bersama orang tua mereka  sempat memprotes aksi  penyegelan ini.  Mereka meminta  para siswa tidak dikorbankan dengan masalah yang terjadi antara  pihak ahli waris pemilik lahan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Para siswa dan orang tuanya  kaget ketika tiba di sekolah tidak bisa masuk, karena pintu pagar  ke gedung sekolah digembok. Gembok pintu masuk sekolah  pun dibuka paksa, sehingga para siswa bisa masuk ke sekolah itu.  “Tadi orang tua dan anak – anak sempat memprotes penyegelan ini. Setelah itu dibuka, aktivitas belajar mengajar berlanjar seperti biasa,” kata Kepala SD Negeri 64  Abdul Wahab Sanaky.

Loading...

Pihak sekolah berharap konflik  ini diselesaikan secara arif dan bijaksana, agar para ratusan siswa kedua sekolah ini tidak menjadi korban. Apalagi masalah tersebut  sudah berlangsung lama. “Kalau masalah ini terus terjadi dan tidak ada penyelesaian kasihan anak-anak kami ini, mereka belajar tidak tenang.  Kami mau bawa (sekolahkan) mereka dimana lagi,” kata Sanaky.

Sehari sebelumnya, Minggu (13/8) ahli waris pemilik lahan, Hany Souisa,  penerima kuasa dari almarhum Josina Maria Souisa, bersama kuasa hukumnya, Abner Nuniary, menyegel  gedung SDN 64 dan SD Inpres 50 Ambon.Pagar pintu masuk ke gedung sekolah digembok, serta memasang pengumuman adanya penyegelan dua gedung sekolah itu.

Langkah ini terpaksa dilakukan ahli waris  karena somasi ganti rugi lahan bangunan sekolah yang ditempati sekitar 36 tahun, sekitar  Rp 1 Miliar lebih kepada Pemerintah Kota Ambon tidak ditanggapi. Dan ini merupakan penyegelan kedua kalinya. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *