Gempa 6,1 SR Terjadi di Laut Banda, Guncangan Terkuat di Desa Ohoidertawun, Malra

by
Peta lokasi gempa. Sumber BMKG Stasiun Geofisika Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gempabumi tektonik dengan magnitudo M=6.1 Skala Richter (SR) terjadi di Laut Banda, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran diperoleh hasil magnitudo update M=5,5 pada Jumat, (3/8/ 2018)  pukul 14.42.18 WIT.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,14 LS dan 132,67 BT, tepatnya di Laut Banda pada jarak 43 kilometer arah Barat Daya Maluku Tenggara dengan kedalaman hiposenter 49 kilometer.

“Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa di wilayah Langgur dan sekitarnya mengalami guncangan pada skala intensitas II SIG-BMKG atau II-III MMI, yang artinya guncangan gempabumi ini dirasakan hanya oleh beberapa orang dan tidak berpotensi merusak bangunan,” kata Triyono.

Menurut Triyono gempabumi ini terjadi akibat aktivitas subduksi Laut Banda yang menyebabkan terjadinya deformasi/patahan di zona Weber Deep bagian selatan. Gempa Laut Banda ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman menengah.

Loading...

Triyono mengatakan, meskipun gempa ini terjadi di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan tidak berpotensi tsunami. “Kepada warga dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Gempa di Laut Banda tersebut dirasakan di sejumlah daerah di Maluku Tenggara (Malra) dan Kepulauan Aru. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapan BPBD Maluku John Hursepuny mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Pulau Kei Bagian Barat tepatnya Desa Ohoidertawun Kabupaten Malra namun berlangsung cepat.

“Sedangkan saya cek teman di Tual dan Langgur, gempa tidak terasa. Sementara di Dobo Kepulauan Aru ada yang merasakan walaupun kekuatannya lemah. Tapi di Desa Ohoidertawun terasa cukup kuat,” kata John.

Ia mengatakan, BPBD Maluku  sedang mengecek ke BPBD Kabupaten Malra terkait dampak yang ditimbulkan di Desa Ohoidertawun akibat gempa tersebut Desa ini memang jauh dari Kota Langgur, Ibukota Kabupaten Malra.

“Sepertinya titik pusat gempa lebih dekat ke desa ini daripada ke Langgur dan untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa dari kejadian gempa ini. Pengecekan yang dilakukan via telepon di warga Desa Ohoidertawun memang cukup terasa tetapi tidak ada kerusakan,” kata John. (ADI) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *