Gereja Sebagai Monumen Kasih Allah, Dirjen Bimas Kristen RI Sambut Peresmian Gereja “Taman Hoea” Jemaat Ullath

by
Prof Thomas Pentury, Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI. FOTO : ISTIMEWA

PROF Dr Thomas Pentury selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia dipastikan akan menghadiri peresmian dan pentahbisan gedung gereja “Taman Hoea” Jemaat GPM Ullath Klasis Pulau-Pulau Lease hari ini,  Selasa (24/12/2019). Mantan Rektor Universitas Pattimura ini menyebutkan ada tiga hal penting berkaitan momen peresmian dan pentahbisan gereja.

Pertama, gereja sebagai monumen kasih dan karya Allah. Ini merupakan sebuah kredo (pengakuan iman) bahwa semua yang terjadi karena penyelenggaraan Allah (Providensia Dei). Oleh sebab itu ungkapan syukur dan pujian patut dialamatkan kepada Allah Sang Pencipta di dalam Yesus Kristus Kepala Gereja. Kedua, Gereja sebagai monumen persaudaraan dan solidaritas. Gedung gereja terbangun karena umat dan masyarakat saling menopang di dalam maupun di luar negeri. Saling solider dan saling peduli sehingga walaupun sudah merantau di Nusantara hingga negeri Belanda tapi rasa persaudaraan tak pernah goyah dan putus.

Dengan begitu ketika melihat gedung gereja maka melihat adanya persaudaraan dan solidaritas yang saling menguatkan. Ibarat tiang dan pilar gereja yang saling menopang. Ketiga, Gereja dan pengembangan SDM unggul. Gereja mesti menjadi bukan saja pusat ritual ibadah tetapi pusat inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan sumber daya manusia unggul di era digital. Tantangan kini kian kompleks termusuk temuan riset Bimas Kristen tentang 50 persen pemuda tidak ke gereja. Ini tantangan yang perlu disikapi dengan bijak agar gereja menjadi kekuatan transformasi dan akselerasi pengembangan SDM unggul yang berguna bagi kesejahteraan keluarga, masyarakat, gereja, bangsa dan negara.

Prof Pentury yang juga pelaksana tugas Inspektorat Jenderal Kementrian Agama RI itu,  mengharapkan umat dan masyarakat terus merawat persaudaraan lintas gereja, lintas agama serta bersama-sama pemerintah membangun masyarakat Indonesia yang damai, adil dan sejahtera. Gereja Taman Hoea yang akan diresmikan oleh Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn.) Murad  Ismail dan dithahbiskan oleh ketua MPH Sinode GPM, Pdt Drs AJS Werinussa, M.Si itu merupakan salah satu gereja megah di pulau Saparua.

Dari namanya ‘Taman Hoe” atau taman Tuhan itu terkandung makna kesakralan sekaligus keanggunan dalam memaknai Tuhan (Hua) sebagai sang pemberi hidup dan rahmat bagi semesta ciptaan. Pada malam harinya akan diadakan perayaan Natal Ulath Sedunia dengan pengkhotbah Pdt Dr John Ruhulessin, mantan ketua Sinode GPM. Selamat atas peresmian dan penthahbisan gedung gereja Taman Hoa Jemaat GPM Ulath di pulau Saparua Maluku Tengah (Rudy Rahabeat, Kontributor Terasmaluku.com).