GMRT Layani Korban Gempa Maluku

by

TERASMALUKU.COM, Ambon,- Relawan Green Moluccas Response Team (GMRT) melayani korban gempa bumi di provinsi Maluku.

Koordinator Green Moluccas Irene Sohilait di Ambon, Jumat, menyatakan, GMRT memulai pelayanan sejak 28 September 2019 hingga saat ini masih melayani para pengungsi di sejumlah lokasi bencana.

Hingga saat ini GMRT telah melayani 32 dusun, 10 Desa di Kota Ambon , pulau Seram dan kabupaten Maluku Tengah.

Sementara jumlah pasien yang terlayani sebanyak 1.059 jiwa, dan 1.411 anak yang ikut trauma healing (TH).

Sejumlah desa dan negeri yang telah dilayani yakni negeri Waai telah dilayani 182 pasien, 468 ikut trauma healing sedangkan logistik yang diberikan terpal selimut, popok dan kacang hijau.

Negeri Liang layanan medis dilakukan kepada 59 pasien, 49 anak ikut TH dan logistik berupa terpaldan kacang hijau.

Desa Tial telah dilayani 179 pasien, 120 anak ikut TH, logistik berupa tikar, pokok, air mineral.

Negeri Tulehu sebanyak 122 pasien mendapat layanan media, 130 anak ikut TH, serta bantuan logistik berupa tikar, pokok dan kacang hijau.

loading...

Irene menjelaskan, layanan juga dilakukan di pulau Seram yakni desa Waitasi, Waesamu, Nuruwe dan kamal yakni melayani 348 pasien, 449 anak ikut TH dan bantuan logistik berupa selimut, pakaian layak pakai, popok, pembalut, air mineral dan makanan ringan.

Serta negeri Haruku Sameth juga dilayani 75 pasien, 195 anak ikut TH serta bantuan selimut,pakaian layak pakai, kacang hijau, makanan ringan, dan pokok.

Pihaknya dibantu 56 orang relawan untuk melayani pengungsi bencana gempa yang terdiri dari tenaga medis 26 orang, trauma healing 13, admin 4 dan monev 2 orang.

“Relawan yang membantu umumnya mahasiswa yang turun membantu kami untuk melayani para pangungsi. Kami juga dibantu masyarakat yang memberikan bantuan pangan serta stok obat dari dinas kesehatan provinsi Maluku,” terang Irene.

Ditambahkannya, hingga saat ini relawan GMRT terus melakukan bantuan berupa layanan medis, trauma healing dan logistik kepada basudara yang berada di lokasi pengungsian yang jauh dari perhatian khalayak.

“Masih banyak lokasi yang membutuhkan layanan dan perlu dijangkau seperti desa Wassu dan Oma. Itu belum termasuk desa lain yang belum kami kunjungi,” ujarnya.(Ant)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *