Golkar Bursel Lemah Dibawa Kepemimpinan Boy

by

NAMROLE,TERASMALUKU.COM-WAKIL Ketua DPD II Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Robo Mony mengatakan, kekuatan Golkar Bursel dibawa kepemimpinan Zainuddin Boy lemah, mengalami kerusakan pada mesin kaderisasi dan simpatisan.

Mony mengungkapkan, Partai Pohon Beringin ini, dulu cukup disegani di Kabupaten Bursel. Namun  kini kekuatan itu  hanya tinggal kenangan. “Ini terjadi  karena Ketua DPD Golkar Bursel, Zainudin Boy sudah tidak koperatif sebagai pimpinan partai. Golkar dibawa kepemimpinan Zainudin mengalami kerusakan pada mesin kaderisasi dan simpatisan,” kata Mony kepada pers Jumat (12/5).

Loading…

Apalagi menurut Mony,  Zainudin Boy saat ini menjadi Direktur Utama PT Bipolo Gidin, BUMD  Bursel, tentu memiliki kesibukan lain diluar partai. Sehingga kosentrasi dalam memimpin partai juga terbagi.  Kepemimpinan Boy juga menurut Mony menyebabkan sejumlah kader terbaik memilih hengkang dari Golkar.

Diantaranya, Maudi Boton, Ibrahim Soulisa, Amir Buton, Jeri Soulisa, Hanapi Moni, Udin Temarut, Basrun Tomia dan Husni Sangadji. “Banyak kader Golkar terbaik Kabupaten Bursel  memilih hengkang ke partai lain, alasannya merasa tidak nyaman di Golkar. Ini bencana besar bagi partai Golkar di Kabupaten Bursel,” ungkap Mony.

Ia menuturkan, Golkar  dibawa kepemimpinan Boy  pada   Pileg 2014 mengalami kekalahan. Dimana dari tiga kursi di DPRD Bursel hasil Pileg 2009 turun  menjadi satu kursi. “Golkar kehilangan dua kursi.  Tentu ini rapot merah yang harus dievaluasi. Padahal Pileg 2009 kekuatan  Golkar Bursel mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Golkar keluar sebagai partai pemenang dengan meraih 3 Kursi dan saat itu Ketua DPRD ditempati Golkar,” kata  Mony.

Mony menegaskan masalah ini wajib menjadi catatan penting dan bahan evaluasi DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku atas kinerja Ketua DPD II Bursel dan pengurus lainnya. Sebab menurut Mony, jika dibiarkan diyakini  akan berdampak buruk pada Pilkada Maluku  2018 dan Pileg 2019 bagi Golkar.

Terkait pelaksanaan Musda Partai Golkar Bursel pada 10 April 2017, menurut Mony  terkesan dipaksakan dan sudah diseting sebelumnya sehingga Zainuddin Boy terpilih lagi. Sebab  menurut Mony, sebagian besar pengurus dan simpatisan tidak menghadiri pelaksanaan Musda Golkar.

“Terpilihnya lagi saudara Zainudin Boy dan Yohanis Lesnusa, selaku Ketua dan Sekertaris DPD II Golkar Bursel secara aklamasi patut dievaluasi dan dipertimbangkan pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku,”  tegas Mony. (FIK)