GP Ansor Maluku Tolak Habib Rizq Sebagai Imam Besar Ummat Islam

by
Daim Baco Rahawarin

AMBON- Gerakan Pemuda Ansor (GP) Maluku menolak wacana penetapan Habib Rizq sebagai imam besar ummat Islam Indonesia. Ketua Pengurus Wilayah  (PW)  GP Ansor Maluku, Daim Baco Rahawarin menganggap wacana tersebut tidak tepat. Apalagi, Habib Rizq bukan seorang ulama. ” Kalaupun Habib Rizq imam besar dikelompoknya saja itu tidak masalah. Tapi kalau diwacanakan sebagai imam besar ummat maka kami menolaknya,” tegas Rahawarin kepada pers, Minggu  (22/1).

Rahawarin juga menjelaskan, seorang ulama itu, lisan dan perbuatan haruslah mampu menjaga kedamaian. Bukannya malah mengeluarkan kata-kata yang dapat menimbulkan polemik ditengah masyarakat Indonesia. Sementara perkataan-perkataan Habib Rizq menurutnya, selama ini juateru meresahkan banyak pihak. Sehingga tidak layak dijadikan imam besar ummat Islam. ” Seorang ulama itu, setiap perkataannya harus menyejukan. Bukan malah menimbulkan kersesahan,” kata Rahawarin.

Selain itu, Indonesia adalah negara yang dihuni beragam agama. Seorang ulama harus menebar toleransi dengan kata-kata dan tindakannya dimuka umum. Islam juga mengajarkan demikian. ” Bagi kami pemuda Ansor, seorang yang menjadi imam itu adalah ulama, harus wibawa, jadi panutan ummat. Bukan figur yang statmennya justeru tidak mencerminkan ulama,” ujar Rahawarin.

Pada kesempatan tersebut, Rahawarin juga mengajak seluru tim sukses, para calon kepala daerah dan masyarakat di Maluku agar menjaga Pilkada jilid dua yang akan berlangsung bulan depan berlangsung damai. “Ada lima kabupaten/kota melangsungkan Pilkada di Maluku. Sudah menjadi keharusan, pesta demokrasi ini berlangsung aman dan damain. Agar hasil Pilkada bisa langsung dirasakan manfaatnya untuk kemajuan pembangunan di masing-masing daerah,” pinta Rahawarin. (IAN)