Gubernur Buka KKP Gereja Protestan di Indonesia

by
Gubernur Maluku Said Assagaff

AMBON – Gubernur Maluku Said Assagaff, membuka secara resmi Kemah Kerja Pemuda (KKP) Gereja Protestan di Indonesia, Senin (27/2) malam yang berlangsung di Gereja Maranatha Kota Ambon.  “Jika hari ini, semua Gereja Bagian Mandiri, bisa berjumpa di sini, maka saya yakin, kita sedang mengenang hari, dimana untuk pertama kalinya, pada 412 tahun lalu, benih injil yang melahirkan gereja, mulai ditaburi,” ujar Assagaff dalam sambutannya.

Sejak itu, Kekristenan di Maluku, menurut Assagaff, lalu menjadi tanda bahwa dari tanah ini, Injil telah bertumbuh subur di seluruh Indonesia. “Artinya, memang Maluku dan Kota Ambon adalah negeri yang memancarkan ‘Kehidupan’ kepada semua umat manusia, sebab Injil adalah kekuatan Allah, dan Kabar Sukacita yang menghidupkan,” kata Assagaff.

Peristiwa 412 tahun lalu di Benteng Niew Victoria, yang ditandai dengan baptisan pertama, disebut Assagaff, memberi pesan sosial keagamaan yang kuat. Bahwa ada orang percaya, yang merespon panggilan Tuhan di sini. Dan respon mereka telah membuat Injil menyebar ke seluruh persada nusantara. “Tidak berlebihan, jika karena itu, saya katakan bahwa ide-ide besar membangun gerakan Oikumene, sebagai gerakan persaudaraan, termasuk persaudaraan lintas agama di Indonesia, benar-benar terlahir juga dari lubuk hati dan cinta orang Maluku yang luar biasa terhadap kemanusiaan,” tandasnya.

Dari sejarah pun, lanjut Assagaff, kita memahami Gereja Protestan di Indonesia, juga GMKI dan GAMKI, telah menjadi kekuatan etik, yang menjaga tegaknya Proklamasi Indonesia dan memperkokoh sendi kebhinekaan, dalam tekad membangun keesaan atau Oikumene semesta, supaya semua makhluk di dunia hidup satu.

Assagaff menyatakan, persaudaraan adalah falsafah Maluku. Dan dia meyakini, telah juga menjadi bagian dari gerakan keesaan gereja itu sendiri. Sebab jika keesaan gereja dipahami, sebagai hal menyatunya semua gereja dengan keragaman karunia untuk membangun satu Tubuh Kristus yang utuh, menurutnya, itu tentu diperkuat oleh spiritualitas “Orang Basudara”. “Orang Maluku, atau warga bangsa Indonesia di Maluku, dari semua golongan, sub suku dan agama, juga memahami dan merawat kebhinekaan Indonesia di atas spiritualitas Orang Basudara itu,” katanya.

Lantaran itu, Assagaff menyambut dengan penuh ketulusan hati, kehadiran Majelis Sinode AM GPI, Sinode-sinode Gereja Bagian Mandiri, para pemuda dari Sinode Gereja Bagian Mandiri, GMKI dan GAMKI. “Semoga kehadiran basudara semua, melengkapi sukacita yang kami alami di negeri ini. Kami pun percaya ada doa yang tulus dari sukacita itu. Demikian juga untuk dukungan dan doa semua umat beragama di negeri ini, agar event ini berlangsung sukses,” pungkasnya. (DED)